• domuscordis

Be The Gift | Berbagi Kasih dan Sukacita Natal

Diperbarui: Jan 5

Makan Siang Natal 2020 Ditiadakan


Setiap Natal biasanya komunitas kami turut mengadakan kegiatan "Makan Siang Natal" bersama para sahabat jalanan dan keluarga pra sejahtera di daerah Kelapa Gading dan sekitarnya. Namun tahun ini, kegiatan "Makan Siang Natal" ditiadakan dan diganti dengan kegiatan berbagi paket sembako "Be The Gift". Hal ini juga sesuai arahan pemerintah untuk tidak berkerumun karena masa pandemi covid-19 masih belum berakhir.


Suka Duka Pencarian Dana


Dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan setiap kegiatan memang tidak sedikit. Biasanya untuk "Makan Siang Natal", para Cordisian dan Teen Cordisian (anggota komunitas) diajak untuk mengajak kenalan/keluarga/rekan kerja untuk berdonasi via kupon. Begitu pula dengan program Be The Gift. Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya karena kali ini kami menggunakan e-kupon atau kupon digital.


Di balik pengumpulan dana via e-kupon, ada aja suka dan duka yang dialami oleh para anggota komunitas. Banyak juga yang menolak saat diajak berdonasi. Memang penjualan kupon sepertinya lebih mudah dilakukan via tatap muka/secara langsung daripada hanya melalui Whatsapp.


Program Be The Gift

Makan Siang Natal di Desember 2020 ini diganti menjadi kegiatan berbagi paket sembako dengan tema 'Be The Gift'. Paket sembako ini ditujukan bagi sahabat jalanan dan keluarga pra sejahtera yang biasa menjadi tamu undangan di kegiatan 'Makan Siang Natal' tiap tahunnya.


Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2020. Sekitar 32 orang volunteers sudah berkumpul jam 7 pagi untuk bersiap-siap briefing yang dipimpin oleh Kak Lia sebagai koordinator program. Pembagian sembako dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Beberapa Cordisian membagikan sembako untuk para sahabat jalanan di sekitar Kelapa Gading yang dilakukan dari dalam mobil. Tim yang lain langsung bergerak menuju ke rumah-rumah para keluarga pra sejahtera di Kelapa Gading dibawah arahan PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi) Paroki Yakobus, Kelapa Gading. Aku sendiri mendapat bagian untuk berbagi kepada para sahabat jalanan.


Setelah briefing dan doa, kami semua bersiap membawa sembako ke mobil. Semua berpartisipasi dan saling bekerja sama. Lalu, kami pun berangkat dengan tetap mengikuti protokol kesehatan: memakai masker dan face shield.


Aku mendapat mobil terakhir bersama Ko Hendra, Kak Adi, dan Siska. Siska adalah salah satu temanku di Teen Cordisian. Aku terharu saat melihat ternyata banyak sekali orang-orang kurang beruntung yang tinggalnya hanya di gerobak-gerobak yang tentunya tanpa atap. Tidak bisa kubayangkan bagaimana kalau hujan turun. Mereka mungkin hanya bisa mencari tempat teduh di depan kios-kios atau warung makan, yang tentunya sulit mengatasi rasa dingin yang menerpa kala hujan. Secara fisik, mereka tampak lusuh dan kurus. Sempat kulihat ada seorang bapak sedang membuka bungkusan roti yang mau dibagikan kepada istri dan anak-anaknya. Mereka tampak bahagia dan dengan lahap menyantap roti tersebut.


Aku pun berpikir, "mungkinkah itu makanan pertama yang masuk ke mulut mereka?"

Itupun hanya sebungkus roti untuk satu keluarga yang beranggotakan 4 orang.


Setelah cukup lama berkeliling, mobil kami berhenti tepat di sebelah beberapa bapak pemulung yang sedang beristirahat di bawah terik sinar matahari. Kak Adi yang duduk di depan pun membuka jendela mobil dan memanggil bapak-bapak tersebut. Senyuman lebar terpancar dari bapak-bapak tersebut saat mereka menerima sembako dari kami. Tak lupa terima kasih pun mereka ucapkan kepada kami.


Tak jauh dari tempat awal kami berhenti, kami juga bertemu dengan satu keluarga pemulung yang sedang sibuk dengan barang pungutannya. Kami pun memanggil mereka. Dengan riang salah satu anak mereka menghampiri kami. Ucapan natal dan terima kasih pun terlontar dari mulut mereka. Sesaat sebelum kami menutup jendela mobil, ternyata banyak para sahabat jalanan yang melihat keluarga tadi menerima sembako dari kami. Maka dari itu, banyak sahabat jalanan yang akhirnya berkerumun di sekitaran mobil kami. 'Saya pak saya', 'saya juga kak', 'saya belum kak', kira-kira begitu lah kalimat-kalimat yang terlontar dari mulut mereka saat sembako dibagikan. Sembako kami habis dalam sekejap. Beberapa dari mereka yang belum mendapat sembako pun terlihat kecewa. Perasaan iba pun muncul tetapi mau bagaimana lagi karena sembako telah habis. Begitulah kisah kami dengan para sahabat jalanan yang kami temui.


Lain kisah dengan teman kami di mobil lain. Ada seorang ibu yang terlihat ragu untuk meminta sembako, tetapi pada akhirnya si ibu memberanikan diri untuk meminta lagi sembako yang mau diberikan kepada adiknya. Dapat disimpulkan bahwa mereka pun ternyata memiliki semangat untuk berbagi kepada sesama mereka yang juga membutuhkan.


Di bagian yang lain, ada beberapa volunteers yang membagikan paket sembako ini ke keluarga yang berdampak karena pandemi covid19. Sebagian besar pelaksanaan pembagian paket sembako ini banyak dibantu oleh Koordinator wilayah dan Ketua Lingkungan, jadi paket hanya kami titipkan ke para koordinator. Mereka yang berkeliling dan menyapa umat wilayahnya.


Banyak dari keluarga ini yang kehilangan pekerjaan, terlilit hutang ataupun harus pindah ke pemukiman yang lebih sederhana. Rasa haru dan hangat hadir di wajah-wajah mereka saat kami membagikan paket sembako.


Sukacita Menjadi Relawan

Meski pelaksanaan Be The Gift adalah di area Kelapa Gading, ternyata ada lho salah satu relawan yang datang dari jauh, yaitu Depok. Kak Silvi namanya. Kak Silvi bercerita bahwa ini adalah pengalaman pertama-nya ikut melayani di Domus Cordis. Tahun 2020 memang menjadi tahun pertama Kak Silvi bergabung menjadi anggota komunitas di angkatan Servi Dei. Ia merasa senang bisa melayani, walaupun ada sedikit rasa lelah.


Kak Silvi, salah satu relawan yang datang jauh-jauh dari Depok dengan mengendarai motor dan mau berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Walau tahun ini kondisi pandemi, tapi semangat berbagi dan melayani sesama tetap terasa dan malah semakin kuat. Dalam situasi yang tidak mudah seperti sekarang ini, mari kita terus berbagi kasih pada sesama sehingga sukacita Tuhan menjadi nyata bagi semua orang.




Terima kasih bagi para Penderma, PSE Paroki Kelapa Gading, Koordinator Wilayah dan Ketua Lingkungan Paroki Yakobus Kelapa Gading, serta Cordisian dan volunteer yang sudah menjadi pemberian bagi sesama.


Selamat Natal dan Tahun Baru semua! Semoga damai dan sukacita selalu beserta kita!

[Liputan oleh Ika - Teen Cordisian (Savio)]


DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy