• DC

INSPIRE JAKARTA - 2019 June: CHOICE

Diperbarui: 13 Des 2019

Dalam sehari kita membuat ribuan pilihan. Ada yang memiliki dampak minimal - seperti misalnya mau menggunakan pakaian warna apa, dan ada pula yang memiliki dampak sungguh besar - seperti misalnya menentukan bidang karir, atau memutuskan dengan siapa hendak menikah.


Lalu bagaimana membuat keputusan yang benar-benar bijaksana, agar kita sungguh memiliki hidup yang bahagia?

Kita seringkali mencari apa yang paling menguntungkan diri sendiri, dan gak peduli dengan kehendak Allah. Padahal, hanya dalam kehendak Allah kita menemukan kebahagiaan yang sejati. Waktu membuat keputusan, kita mencari yang paling memberikan keuntungan bagi diriku, atau yang paling membawa kemuliaan bagi Allah?

Firman Tuhan mengatakan bahwa rencana-Nya bukanlah rancangan kecelakaan, tapi selalu memberikan masa depan yang penuh harapan (bdk Yer 29:11). Namun sayangnya, kita seringkali kurang percaya pada janji Tuhan ini. Akibatnya, kita hidup cenderung mengikuti rencana sendiri, tanpa mengambil waktu untuk berdoa dan bertanya apa rencana Tuhan bagi hidup kita.


Waktu mengikuti rencana diri sendiri, tidak jarang kita jatuh ke dalam ilusi bahwa kenyamanan hari ini adalah yang terbaik. Maka, demi mendapatkan kenyamanan ini, kita cenderung mencari yang paling banyak memberikan pilihan (misalnya makan all-you-can-eat), kendali (situasinya harus bisa aku kendalikan), dan kepastian (dengan konsekuensi dan keuntungan yang sudah pasti). Di sisi lain, waktu kita mencari rencana Tuhan, kita seringkali menemukan bahwa Dia mengundang kita untuk keluar dari kenyamanan diri sendiri, yaitu demi kebenaran (yang benar sesuai ajaran Gereja belum tentu sesuai dengan kebiasaan umum), kebijaksanaan (yang bijaksana seringkali perlu usaha lebih keras) , dan demi iman yang bertumbuh (percaya bahwa Tuhan memberkati dan menyertai, walaupun hari ini tidak terlihat).


Membuat pilihan yang lebih baik adalah perjalanan dari sekadar apa yang nyaman hari ini, menuju apa yang baik, benar, serta memuliakan Tuhan. Apa yang baik, benar, dan memuliakan Tuhan hari ini seringkali penuh tantangan, karena di dalamnya kita diundang untuk mengurbankan kenyamanan, keamanan, dan kepastian - menuju iman yang lebih kokoh di dalam Dia.


Artinya, membuat pilihan yang lebih baik, pertama-tama bukan soal pilihannya apa. Membuat pilihan yang lebih baik adalah soal baik itu menurut siapa, dan apakah kita bersedia melakukannya demi dia. Kalau demikian, maka membuat pilihan adalah soal relasi dengan seorang pribadi, yang menentukan apa yang baik dan apa yang tidak baik.


Kalau kita sungguh kenal dengan pribadi itu, dan percaya bahwa pribadi itu pasti akan menyertai dan memberkati hidup kita karena pilihan yang kita buat demi dia, maka kita akan berani membuat pilihan itu. Tapi kalau kita tidak sungguh kenal dengan dia, apalagi percaya pada janji-nya, maka kita pasti lebih memilih versi yang baik menurut diri kita sendiri.


Maka, sebagai pengikut Kristus, membuat pilihan yang baik pertama-tama bukan soal apa pilihannya, tapi apakah kita punya relasi yang penuh iman dengan pribadi Kristus. Semakin kita percaya pada-Nya, semakin berani kita melangkah dalam iman untuk membuat pilihan yang benar menurut ajaran-Nya. Choices is not about what to choose, but about how much we are willing to trust Jesus!


Kesimpulannya: ingin membuat pilihan yang lebih baik? Mari bangun relasi yang penuh percaya dengan Yesus! Sebab hanya di dalam Dia kita menemukan kebahagiaan yang sejati.



2 tampilan
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy