INSPIRE JAKARTA - 2019 May: PAUSE

Diperbarui: 11 Des 2019

Kata-kata kita memiliki kuasa untuk membangun atau menjatuhkan. Kita perlu belajar dari Yesus, supaya tahu bagaimana mengucapkan kata-kata yang tepat, bahkan bagaimana perlu berhenti sejenak untuk mendengarkan dengan sikap hati yang benar.



The words we speak can make us love better, or lose salvation!

Seperti biasa Inspire Jakarta bulan Mei ini diawali dengan doa pujian dan penyembahan yang membantu para peserta yang hadir untuk mengalami kasih Allah. Sementara musik pujian menghantar semua yang hadir berjumpa dengan Kristus, para usher masih sibuk menerima orang-orang muda yang berdatangan. Setelah pemimpin pujian berdoa, pembicara hari ini - Riko Ariefano, berjelan menuju stage dan mulai bicara.

Kita seringkali "asal ngemeng". Padahal, Yakobus mengajak kita untuk mengungkapkan iman lewat perilaku, khususnya lewat kata-kata kita sehari-hari - sebab iman tanpa perbuatan itu sia-sia. Artinya perilaku dan kata-kata kita adalah ungkapan yang menunjukkan kita beriman atau tidak. Kata-kata yang menghancurkan sesama bisa jadi tanda bahwa kita tidak beriman, dan ini berarti kita tidak diselamatkan! Yesus menunjukkan bahwa MERCY atau belaskasihan itu "we do not receive what we deserve". Misalnya kita layak dihukum, tapi kita tidak menerima hukuman. Sementara itu JUSTICE atau keadilan itu "we receive the consequence of our action". Yang sering terjadi adalah, kita bersalah dan mengharapkan mercy, tapi kalau orang lain bersalah, kita menerapkan justice - setidaknya lewat kata-kata kita ke mereka. Dalam sebuah perumpamaan, Yesus menjelaskan bahwa orang yang dibebaskan dari hutangnya oleh raja perlu membebaskan hutang orang lain juga. Apabila tidak, maka ia akan ditangkap oleh raja, dan dijebloskan ke dalam penjara. Seperti halnya kita menerima mercy dari Tuhan, begitu juga kita perlu selalu menawarkan mercy kepada sesama kita, pertama-tama melalui kata-kata kita. Maka setiap kali dihadapkan pada situasi tidak enak, jangan buru-buru bicara. Pause dulu! Ingatlah betapa kita telah menerima mercy dari Tuhan, dan tawarkan juga mercy kepada sesama kita. Seperti kata Paus Fransiskus "...to stop evil, give more love than required"


Hari ini, semua audience yang hadir diajak untuk ber-refleksi. Setelah talk selesai, semua mengarahkan hati pada Ekaristi, sambil berdoa menimba rahmat Allah, agar semakin mampu untuk membagikan God's mercy melalui kata-kata kita.

13 tampilan
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy