• domuscordis

Liputan DC Online Retreat 2020

Love will hold us together.

Make us a shelter to weather the storm.

And I'll be my brother's keeper.

So the whole world will know that we're not alone.

Sepenggal bait di atas adalah lagu yang ditulis dan dinyanyikan oleh Matt Maher – seorang musisi, penulis lagu dan worship leader dari Kanada. Penggalan bait tersebut seperti menggambarkan kegiatan Formation kali ini: DC Online Annual Retreat 2020, pada tanggal 15 s.d. 16 Agustus 2020. Ada sekitar 150 Cordisian dari 11 angkatan (termasuk yang sedang orientasi/DCX), mengikuti retret tahunan ini, termasuk DC Mission Semarang, serta Edo dan Resta yang berasal dari DC Sydney. Semua Cordisian (sebutan bagi anggota komunitas Domus Cordis) berada #dirumahaja, lintas kota hingga lintas benua, tapi semua bisa berkumpul di ruang virtual sesuai jadwal yang telah diberikan. Tentu ini semua tidak terlepas dari peran para Gembala dan Wakil Gembala yang memastikan keikutsertaan setiap domba. Praise God!


Retret tahunan kali ini memang berbeda dari tahun-tahun yang lalu. Pandemi covid-19 membuat semua kebiasaan jadi perlu berubah. Biasanya anggota komunitas berkumpul di sebuah tempat, menginap 3 hari 2 malam, dan bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan yang sudah disiapkan. Kali ini semua Cordisian bersiap #dirumahaja dan bertemu di ruang virtual. Dannn... ternyata nggak kalah seru dengan retret tahunan lalu. Jadwal tidak terlalu berbeda seperti retret offline, alias tetap padat. Kegiatan juga dibuka dengan perayaan Misa kudus, berlanjut dengan sesi demi sesi ditambah refleksi. Ada juga games online yang kreatif banget, serta sesi hiburan sambil menghadirkan 2 MC kondang nan gokil, yaitu Ledis Kokoy dan Rocky Pascadena. Proficiat untuk usaha dan kerja keras Formation dan tim panitia. Great job, awesome team and of course, awesome God.


Dari Revelation Menuju Mission

Masih dalam rangkaian tema besar komunitas yaitu Entrust, retret ini mengambil cerita Yesus di Matius 14:22-33. Para murid kaget dan ketakutan karena melihat sosok manusia berjalan di atas air. Lalu, Yesus yang berjalan di atas air tersebut berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Sebuah revelation yang Yesus sampaikan kepada para murid agar segera sadar dan mengenali diriNya. Dalam hidup kita sehari-haripun bisa saja Tuhan memberikan berbagai revelation. Nah, kita perlu menanggapinya dengan iman. "Revelation pertama biasanya gampang", kata Riko Ariefano yang membawakan sesi ini, "tapi revelation berikutnya yang biasanya makin menantang." Tentunya setiap revelation perlu diuji, dilihat kebenarannya, dan apabila benar dari Tuhan maka pasti akan terwujud.

Dari revelation, Tano Shirani lalu mengingatkan Cordisian tentang pentingnya obedience – ketaatan. Obedience berasal dari kata ob audire yang berarti listen – dengar. Seperti halnya Petrus yang mendengar jawaban Yesus yang berkata “Datanglah!” (Matius 14: 29a). Kita belajar mengenali suara Tuhan, mendengarkan lalu mentaatinya. Kita memutuskan untuk taat, melakukannya dan perlu selalu ingat bahwa yang kita lakukan adalah pertunjukan Tuhan sendiri. This is God’s show, not mine.

Action - Tindakan, adalah bagian sesi ketiga yang dibawakan oleh Yurika Agustina. Petrus yang menanggapi panggilan Yesus untuk datang kepadaNya. Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air ke arah Yesus. Petrus mengambil keputusan untuk bertindak. Meskipun terlihat seperti mission impossible, tetapi Petrus menjalankannya dan tentunya menjadi pengalaman berharga bagi dirinya - pengalaman berjalan di atas air. Pada sesi ini, Yurika juga mengingatkan bahwa mission is a free gift from the Holy Spirit. Tokoh utama adalah Roh Kudus, bukan diri kita, dan misi dimulai dengan apa yang kita hadapi saat ini.

Dalam perjalanan mengikuti Yesus, tidak ada orang yang bilang bahwa badai jadi nggak ada lagi. Justru saat kita tetap setia mengikuti Yesus, badainya ya tetap masih ada, tetapi fokus kita yang menjadi berbeda. Setelah melewati berbagai pergumulan, biasanya kita jadi mengenal Tuhan dengan cara pandang yang berbeda (new revelation).


Kalau dari sesi satu hingga tiga lebih banyak menceritakan bagaimana kita belajar entrust pada Tuhan, di sesi ini kita melihat bagaimana Tuhan mulai entrust misi-misinya kepada kita. Violison banyak bercerita mengenai berbagai tantangan/kesempatan/misi yang dipercayakan kepadanya. Mulai dari tawaran menjadi Head of Life Teen Indonesia, Head of Explore Now 2 dan saat ini menjadi Head of DC Management. Nggak berarti perut nggak mules saat menghadapi berbagai hal, tapi Vio tahu bahwa Tuhan setia dan memperlengkapi dirinya dengan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam menjalani misi tersebut. It is also okay apabila saat kita menjalaninya ternyata kita salah fokus dan takut. Belajarlah seperti Petrus, yang segera berteriak pada Yesus. Yesus mengulurkan tanganNya dan memegang Petrus, plus bonus disertai teguran “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”


Awesome GOD!


Pandemi covid-19 memang banyak mengubah kebiasaan kita semua. Penggunaan masker, pembatasan jumlah orang dalam sebuah ruangan, dan protokol kesehatan lainnya. Kondisi pandemi ini juga yang memaksa kita semua untuk beradaptasi dan mencari cara sekreatif mungkin untuk tetap berformasi dan bermisi. Apa yang awalnya seperti "online retreat... yakin nih? bakalan seru seperti offline nggak ya?", pertanyaan seperti itu mungkin berseliweran di kepala kita semua. Tapi, puji Tuhan, memang nggak ada yang nggak mungkin bagi Tuhan. Ternyata, online retreat nggak membatasi cara Tuhan bekerja di antara kita semua. Tuhan menyentuh hati setiap Cordisian dengan cara uniknya, melalui materi, refleksi, games, insight-insight. Buktinya, kita bisa baca dari testimoni beberapa Cordisian di sini!



89 tampilan1 komentar
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy