• domuscordis

Inilah Aku, Tuhan. Tapi, Utuslah Dia....

Diperbarui: Agt 6

Ini aku Tuhan, tapi utuslah dia... Aku belum siap Tuhan, aku masih perlu bersiap-siap, dan masih banyak lagi alasan yang keluar dari mulut kita. Meskipun kita diajarkan untuk memercayai Tuhan, ternyata tidak segampang itu mewujudkan rasa percaya.

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya kalau sepanjang tahun 2020, Inspire membahas tentang Entrust, artinya memercayakan. Seberapa besar kita berani memercayakan hidup kita ke tangan Tuhan.


Dari pertemuan sebelumnya, ada pembahasan mengenai The Profession of Faith, yang menyangkut 3 hal, yaitu God’s Revelation, Obedience dan Action. Karena iman, Abraham taat pada misi yang Tuhan percayakan kepadanya. Kalau kita bergabung di suatu komunitas, maka kita ambil bagian dalam misi komunitas tersebut. Dengan menyatakan “yes” terhadap misi komunitas seperti di Domus Cordis, maka kita secara bebas dan sadar mau ambil bagian dalam misi “Inspiring Young People to Change The World in Christ”.


Siapkah Kita Diutus?


Pertanyaannya adalah "Apakah kita siap untuk diutus kemanapun dan dimanapun? Diperlukan keterbukaan hati untuk bisa bilang “Here I am Lord, Send Me”. Tapi di Inspire kali ini Riko mau memberikan contoh lain yang mengatakan “Here I am Lord, send Him”.


Dalam Kitab Keluaran diceritakan bahwa Tuhan mengutus Musa menemui Firaun untuk mengeluarkan bangsa Israel dari tanah Mesir. Musa memiliki gambar diri yang kurang bagus, sehingga pada awalnya Musa terus berkelit di hadapan Tuhan. Apakah Musa akan terus mengelak dari Tuhan? Bagaimana setelah Musa taat kepada Tuhan? Kita mungkin belum tahu apa misi Tuhan buat kita kecuali kita say “yes” duluan dan tetap melekat kepada Tuhan sehingga lebih mengenal pribadi Tuhan.


Misi dari Tuhan biasanya bersifat adventurous, tapi Tuhan pasti melindungi dan menyertai mereka yang menjalankan misi. Tuhan akan menampakkan kapasitasnya dalam hidup si pengemban misi. Tuhan akan stretch diri kita agar menjadi manusia yang lebih baik dan menjadi berkat bagi orang banyak. Meskipun misi dari Tuhan kelihatannya impossible tapi akhirnya akan mendatangkan sukacita, sama halnya seperti 70 murid Yesus yang kembali setelah diutus.


Lalu bagaimana bila di tengah jalan kita merasa jenuh? Rasa jenuh itu normal dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun jenuh, tapi kita tetap belajar sesuatu setiap hari dan membawa semuanya ke dalam doa, agar tetap menempel pada Tuhan. Kecenderungan orang adalah apabila merasa jenuh atau berat, langsung memutuskan untuk berhenti. Padahal dengan berhenti, hanya akan mendatangkan kepahitan untuk kita dan akan berdampak juga kepada orang lain.


Ingatlah bahwa kepercayaan Tuhan ke kita lebih besar daripada kepercayaan kita kepada Tuhan, supaya lewat kelemahan kita Tuhan memperlihatkan kuasaNya kepada kita.

Sesi ENTRUST, mengajak kita memercayakan diri ke tangan Tuhan. Karena kita menyadari bahwa ungkapan dari relasi yang sungguh-sungguh erat adalah sejauh mana kita berani memercayakan seluruh hidup kita ke tangan Dia yang mengundang kita ke dalam relasi cinta. Dia yang namaNya adalah Yesus.

INSPIRE Jakarta diadakan setiap Sabtu pertama dan Kamis ketiga di Wisma Argo Manunggal. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan iman Cordisian (Sebutan anggota komunitas Domus Cordis) untuk bertumbuh bersama-sama. Dalam situasi PSBB, rangkaian talk INSPIRE Jakarta ditayangkan melalui YouTube channel INSPIRE. Semoga memberkati.


Penulis: Inggrid Nugroho

Editor: Maria Anastasia

12 tampilan
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy