• domuscordis

INSPIRE JAKARTA - 2019 December: ENTRUST

Diperbarui: 31 Des 2019

Banyak orang mengakui bahwa mereka percaya pada Tuhan. Tapi, berapa banyak orang yang sudah sungguh-sungguh mempercayakan hidupnya pada Tuhan?



"Saya percaya kepada Tuhan", sering sekali kita mendengar kalimat ini. Apalagi di masyarakat kita yang mengakui adanya beberapa agama, maka pernyataan percaya kepada Tuhan, akan gampang diucapkan.


"Saya mempercayakan hidup saya pada Tuhan." Nah ini yang agak jarang kita dengar. Percaya dan mempercayakan adalah dua hal yang berbeda. Pun dari segi kedalaman maknanya bisa kita lihat. Seorang ibu rumah tangga bisa saja percaya kepada asisten rumah tangga, tapi belum tentu mau mempercayakan emas miliknya kepada sang asisten.


Lalu bagaimana dengan ranah spiritual? Riko Arifano atau Riko, sapaan akrabnya, sebagai pembicara dan founder komunitas Domus Cordis, mengetuk pintu hati kita semua agar ENTRUST. Mempercayakan. Merendahkan diri agar Tuhan lah yang bertahta di dalam hati.



Kenapa? Karena Tuhan telah lebih dahulu mempercayai kita. Apa benar? Kalau tidak benar, siapa gerangan yang rela dipaku di kayu salib dan mati demi kita? Dan sekarang Tuhan mengundang kita untuk mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. Beranikah kita? Maukah kita?


Ini bukan perkara mudah untuk menjawab Ya. Karena murid-murid Yesus sendiri, yang notabene bergaul akrab dengan Yesus pun ragu. Ingatkah dengan kisah angin sakal yang menyerang perahu para murid? Lalu Yesus datang dengan berjalan di atas air untuk menolong mereka, tapi malah dikira hantu.


Memang, saat ada badai dalam hidup kita, kita tidak bisa melihat Tuhan. Tuhan seolah jauh. Jauh sekali. Tidak terjangkau. Dan kalau mau jujur, saat ini, semua dari kita pasti punya perkara dalam hidup, walau dengan situasi yang berbeda-beda.

Pertumbuhan Iman


Menurut Riko, ada 5 hal yang dapat membantu pertumbuhan iman kita, yang membuat kita ENTRUST/mempercayakan hidup kita pada Tuhan, yaitu:


1. Inspiring words of God. Umumnya ini dapat ditemukan dari Alkitab atau kutipan-kutipan rohani, yang terkadang rasanya benar-benar menyentuh hidup kita. Beda dari biasanya. Kita bisa saja berubah karena ada kata-kata, yang seolah-olah itu Tuhan sendiri yang membisikkannya ke telinga kita.


2. Private spiritual commitment. Yang bisa diperoleh dari berdoa setiap hari, mengikuti ekaristi, puasa/pantang serta tekun membaca firman Tuhan. Tapi perlu diingat, kegiatan-kegiatan ini bukanlah rutinitas biasa, melainkan perlu juga dijiwai dengan semangat cinta kepada Tuhan. Jika tidak, kegiatan rohani itu bisa saja kehilangan maknanya. Karena tidak lebih dari sekadar rutinitas.


3. Providential relationship. Jujur atau tidak, dalam hal rohani atau pertumbuhan spiritual, umumnya kita mempunyai salah satu atau salah dua orang yang menjadi role model kita. Coba diingat. Siapa orang yang kehidupan rohaninya sangat menginspirasi, sehingga kita menduplikatnya ke dalam hidup kita? Semisal saya pribadi sangat terinspirasi dari kehidupan spiritual dosen saya, yang menjadikan Tuhan sebagai CEO-nya. Kalau kamu?


4. Challenge ministry responsibility. Orang yang awalnya memutuskan untuk ikut Tuhan, kemudian ditimpa masalah/cobaan, namun ia tetap percaya, dan tidak goyah imannya. Tetap memutuskan untuk ikut Tuhan. Saat itulah pertumbuhan iman terjadi.


5. Pivotal situation. Ini adalah situasi yang mengubah hidup kita. Seperti: ada keluarga yang meninggal, ada yang sakit, ada perubahan yang mendadak, saat-saat begini bisa saja mengubah hidup seorang, karena ditempa berbagai masalah sehingga menjadi pribadi yang berbalik kepada Tuhan.


Memang saat terjadi banyak masalah, kita bisa saja lebih memilih marah-marah, menyalahkan orang atau justru bersyukur karena dengan adanya masalah, bisa menjadi batu loncatan untuk pertumbuhan iman kita. Semua pilihan itu ada di tangan kita.

Kawan Kasih Tumbuh


Putri dan Adit, suami istri dari Kawan Kasih Tumbuh yang berbagi insight tentang Entrust.

Seperti halnya tamu INSPIRE JAKARTA di akhir tahun ini, yang memilih pilihan yang tidak biasa. Namun, pilihan itu justru membuat mereka mempercayakan diri pada Tuhan.


Adit dan Putri, sepasang suami istri dari Kawan Kasih Tumbuh, yang menjawab panggilan Tuhan untuk meninggalkan kota besar dan berkarya di Papua. Mereka berjalan kaki menerobos hutan di Papua, sambil berdoa agar Tuhan menuntun mereka ke desa di mana Tuhan memanggil mereka untuk berkarya di sana. Banyak pergumulan yang dihadapi, mulai dari budaya lokal seperti perbedaan bahasa, jenis makanan dan cara hidup yang amat berbeda dibanding kota. Tapi, semua itu tidak membuat mereka menyerah, melainkan membuat diri mereka lebih entrust lagi pada Tuhan yang telah memanggil mereka.


Lebih lengkapnya tentang mereka bisa klik http://kawankasihtumbuh.com/


Berkomunitas Yuk!


Carilah komunitas di mana kamu bisa bertumbuh bersama dalam iman

Kalau kita baca di Alkitab, Yesus mengajak beberapa orang untuk mengikut Dia, seperti halnya masuk dalam komunitas. Lalu, mereka diajar, digembleng habis-habisan, belajar taat hingga benar-benar mempercayakan hidup mereka kepada Yesus.


Domus Cordis mengajak teman-teman untuk berani berformasi seperti yang diajarkan Yesus di atas. Tapi tenang, jika belum berani terjun secara langsung, kamu bisa kosongkan jadwalmu setiap sabtu pertama untuk hadir di INSPIRE Jakarta, kita akan bahas berbagai topik keren yang dapat menginspirasi kita bersama untuk bertumbuh dalam iman. See you sahabat.

14 tampilan
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy