• domuscordis

INSPIRE Jakarta | Entrust Series #2 | Spiritual Childhood

Februari, Kamis Ketiga


Pertemuan pembinaan anggota Domus Cordis yang juga dibuka untuk umum ini, kembali melanjutkan tema besar Entrust, kali ini dengan judul “Spiritual Childhood”.

Ada yang punya pandangan naif bahwa begitu seseorang ikut Tuhan, ia langsung punya perilaku ataupun karakter yang ideal. Padahal, Riko – yang mengajar sesi ini, menjelaskan bahwa seorang pengikut Kristus juga memulai perjalanan imannya dari kanak-kanak. Artinya setiap orang pasti akan melalui masa “baby faith” atau “iman balita”.



1 Kor 13:11 Santo Paulus berkata “Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.”

Seorang anak balita memang terlihat cute, karena memang seringkali ia terlihat lucu dan menggemaskan. Pada saat bersamaan, seorang anak balita juga bisa mena-cute-kan (menakutkan!) karena ia sangat berpusat pada dirinya sendiri. Ia belum bisa memperhatikan kebutuhan orang lain, maka ia egois. Ia juga berisik saat keinginannya tidak terpenuhi, mudah complaint, menangis, atau bahkan marah. Saat selesai bermain, ia cenderung meninggalkan semua mainannya berantakan, karena ia belum punya rasa tanggung jawab.

Begitu juga seorang yang baru pertama kali ikut Tuhan. Ia mungkin sudah dewasa secara jasmani, dan mungkin juga secara intelektual. Namun secara rohani, ia masih kanak-kanak, sehingga ia memiliki tanda-tanda kekanak-kanakan juga. Ini tentu normal bahwa seseorang memulai perjalanan dari “tahap kanak-kanak”. Namun ini bukan berarti bahwa ia tetap kekanak-kanakan selamanya.

Riko lalu memperlihatkan diagram pertumbuhan yang diambil dari www.discipleship.org.

“Kita lihat, bahwa bertumbuh artinya punya relasi yang semakin erat dengan Kristus, yang ditandai dengan sikap hati dan perilaku yang semakin memercayakan hidup kita ke dalam tangan-Nya” demikian ujarnya.

Biasanya, seseorang mulai mengalami banyak pergumulan waktu ia bertumbuh dari tahap perlu dituntun, ke tahap yang tidak lagi perlu dituntun tapi fokusnya masih pada kebutuhan dirinya sendiri, menuju tahap yang mana ia mulai fokus pada kebutuhan sesama di sekitarnya.


Dalam banyak situasi, pertumbuhan ini seringkali perlu terjadi melalui proses “pemaksaan”. Misalnya Pendidikan. Seorang pelajar seringkali perlu dipaksa sekolah walaupun ia malas, perlu dipaksa mengerjakan tugas pelajaran walaupun ia ingin bermain, dan bahkan dipaksa belajar demi ujian walaupun ia lebih suka pergi jalan-jalan. Proses “pemaksaan” ini sungguh penting, karena tanpa proses ini, kita tidak akan pernah bisa bertumbuh. Proses ini yang kita kenal dengan istilah spiritual formation atau pembentukan rohani. Melalui proses ini, kita akhirnya perlahan namun pasti, beranjak dari tahap kanak-kanak menjadi dewasa.

Sesi ini kemudian memberikan berbagai ciri-ciri tahap rohani kanak-kanak dan ciri-ciri rohani dewasa. Walaupun prosesnya seringkali tidak menyenangkan, di akhir sesi kita semua ditantang untuk berani memilih bertumbuh dengan setia.

Seperti biasa, setelah Inspire Jakarta, semua yang hadir diundang untuk menikmati snack malam yang disediakan. Semoga imannya jadi gendut, bukan yang lainnya.


Lengkapnya, bisa ditonton di bawah ini:


Untuk Entrust Series #1, bisa klik di sini.

17 tampilan
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy