• domuscordis

Inspire Jakarta: How to Make a Good News in 2021

Setiap orang suka kabar gembira. Kabar gembira, tentu saja, membuat orang yang mendengarnya merasa bahagia. Semua orang Katolik—bahkan orang Kristen secara umum—tahu bahwa Kabar Gembira diwartakan pertama kali oleh Malaikat Gabriel kepada Bunda Maria. Kabar Gembira selanjutnya dibawa Maria kepada Elisabet ketika ia mengunjunginya. Inspire hari ini membahas kali ketiga Kabar Gembira diwartakan, yaitu oleh malaikat kepada gembala-gembala yang ada di padang, di malam Yesus dilahirkan.


“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa!” Begitu katanya.

Mudah bagi kita bersukacita karena kabar yang menggembirakan. Sepanjang perayaan Natal dan tahun baru ini kita semua pasti sudah menerima ucapan yang penuh sukacita dari keluarga dan teman-teman. Ada juga yang menerima kue-kue, hampers Natal, atau kartu yang cantik. Pandemi memang membuat orang-orang beralih ke love language memberikan kado, sepertinya.


Tapi, pernahkah suatu hari teman-teman melihat kartu-kartu Natal, kue-kue, dan hampers itu dirusak?


Aku pernah.


Hari ini, aku bangun pagi dan melihat greeting card di toples pemberian temanku sudah dirobek. Itu hanya kartu, aku tahu. Tapi, keluargaku tidak merayakan Natal dan kepercayaan mereka dengan keras melarangnya. And that’s where today’s Inspire comes in.


Kabar Gembira yang kita sudah terima beribu-ribu tahun yang lalu, hingga hari ini, tetap sama. Tuhan yang tidak kelihatan menjadi kelihatan karena Ia berbelas kasih kepada kita. Tuhan yang besar menjadi kecil, bahkan menjadi bayi, karena Ia ingin bersama kita. Tuhan yang sempurna menjadi kurban yang disiksa dan disalibkan, karena Ia mau menanggung penderitaan kita.


“Kamu tidak pernah sendirian,” kata Tuhan, over and over again, dalam setiap tindakan belas kasih-Nya. Dan itulah kabar gembira untuk kita. Itulah kabar gembira untuk semua manusia. Dia melakukan semuanya untuk kita dan menginginkan kita untuk melakukan hal yang sama bagi orang-orang di sekitar kita. Sama seperti malaikat mewartakannya kepada Maria, Maria kepada Elisabet, dan malaikat kepada gembala.


Akupun berusaha untuk melakukannya. Hari ini, aku memilih untuk mengasihi mereka dan berbelas kasih kepada mereka. Bagaimanapun juga, Dia menginginkan kita semua untuk “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati”, kan?


Lalu, setelah bermurah hati untuk mewartakan kabar gembira, kita harus apa? Yuk, stay tuned untuk Inspire selanjutnya di bulan Februari!


Nah, buat kamu yang belum ikutan atau mau refresh lagi materi Inspire kemarin, bisa langsung klik link berikut ini:



Penulis: Aufa

23 tampilan0 komentar