• domuscordis

INSPIRE JAKARTA - November 2019 : Eternity Saving

Harta yang kita miliki, bukanlah milik kita pribadi. Harta tersebut tetaplah milik Tuhan, hanya saja sedang dititipkan kepada kita. Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa mempertanggungjawabkan titipan tersebut dengan bijaksana?

Inspire Jakarta di hari Sabtu, 2 November 2019 di Sanggar Prathivi, Jakarta ini, berbicara tentang

Eternity savings, atau tabungan setelah kematian.

Di awal Inspire, selalu dimulai dengan Praise and Worship, di mana kita sama-sama memuji Tuhan.

Pada Injil Lukas 16 : 1-9 Tuhan Yesus menyampaikan perumpaan tentang seorang bendahara yang tidak jujur, yang tertangkap basah menyalahgunakan uang tuannya.

Lalu Tuannya marah dan memecatnya setelah sang bendahara memberikan pertanggungjawaban atas ulahnya. Di masa singkat itu bendahara berpikir keras apa yang akan dia lakukan setelah masa jabatannya berakhir. Dengan tujuan mendapatkan tempat tinggal dari orang yang ditolongnya, dia menggunakan masa-masa terakhirnya untuk menolong orang-orang yang berhutang kepada tuannya dengan menukar surat hutang mereka dengan surat hutang yang nilainya lebih kecil. Lalu Tuan memuji si bendahara karena kecerdikannya.

Pada saat saya membaca injil ini, saya bingung. Mengapa orang yang tidak jujur, menyalahgunakan kekuasaan demi keegoisannya malah dipuji oleh Tuhan. Sang bendahara adalah orang yang dititipkan harta sang Tuan. Kita semua adalah sang bendahara itu.

Semua harta yang kita miliki hanyalah titipan dari Tuhan.

Seringkali kita merasa uang yang ada di bank adalah milik kita sendiri sehingga kita menggunakannya dengan sangat tidak bijaksana. Perasaan memiliki akan harta kita adalah sesuatu yang selama ini Tuhan Yesus ingin ingatkan kepada kita. Dan ketika sang bendahara mulai menggunakan sisa akhir jabatannya untuk menolong sesama, di sanalah Tuhan memujinya.

Tuhan menginginkan kita untuk menggunakan harta yang Dia “titipkan” ke kita untuk menolong sesama.

Memang rasanya sulit untuk berbagi, apalagi ketika kita merasa kita sudah bersusah payah untuk mendapatkan uang di bank. Lalu kita berikan begitu saja? Tuhan mengajarkan kita untuk mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri sendiri (Matius 22:39) dan salah satu caranya adalah dengan mengikat persahabatan dengan mamon yang tidak jujur (Lukas 16:9). Dengan kata lain,

hendaknya kita membantu sesama dengan harta milik Tuhan yang dititipkan kepada kita.

Dan satu hal lagi yang ditekankan dalam Lukas 16:6. Yaitu “do it Quickly”. Waktunya tidak banyak jadi mulailah untuk berbagi. Jangan menunggu ketika gaji besar baru berbagi. Karena semakin cepat kita berbagi. Semakin banyak tabungan kita untuk diterima di kemah abadi yaitu kerajaan surga.

Menolong sesama bisa melalui banyak hal, salah satunya di Domus Cordis kita dapat berpartisipasi untuk eternity savings dengan cara memberikan persembahan kasih (PK).

Mari teman-teman untuk mulai berbagi.

3 tampilan
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy