• domuscordis

INSPIRE JAKARTA - September 2019 : When Mess Meets Mass

This bread of the Strong gives me all the strength I need to carry on my mission and the courage to do whatever the Lord asks of me. The courage and strength that are in me are not of me, but of Him who lives in me - it is the Eucharist. -St. Faustina




Sebagai manusia, setiap harinya kita mengalami masalah dan pergumulan dalam hidup, baik itu masalah kecil seperti dimarahi oleh orang tua karena kamar kita berantakan atau masalah besar seperti rumah tangga yang berantakan.

Mess atau masalah adalah sebuah proses dalam pertumbuhan dan sewajarnya itu kita alami karena memang kita adalah manusia yang tidak lepas dari kekurangan. Sering kali disaat kita sedang menghadapi suatu masalah, ada suara yang menguatkan hadir diiringi dengan suara yang menjatuhkan. Semakin besar mess yang kita hadapi, maka semakin kecil suara yang menguatkan.


Lalu bagaimana kita bisa menghadapi mess ini? Tentunya hal ini begitu berat jika kita berusaha untuk menghadapi sendirian tanpa mengandalkan Tuhan. Dalam Matius 11:28 dinyatakan dengan jelas kalau Tuhan menginginkan kita datang kepada-Nya dan mempersembahkan semua beban dan keletihan kita. Dan cara terbaik adalah dengan mengikuti perayaan Ekaristi.

Melalui ekaristi, kita diajak untuk mempersembahkan semua beban dan kesulitan yang kita hadapi. Misalnya aku yang punya kebiasaan mendendam dan sering menjelek-jelekkan orang. Ekaristi adalah kesempatanku untuk mempersembahkan semua ketidakmampuanku untuk mencintai sesama dan bertutur kata dengan baik dan aku meminta rahmat agar kelak aku bisa mencintai dan mengasihi sesamaku seperti Tuhan Yesus..


Tuhan Yesus memberikan tubuh-Nya untuk menjadi rahmat dalam hidup kita. Melalui perayaan Ekaristi kita mengajak Tuhan untuk menemani kita menghadapi pergumulan yang kita hadapi.

Ekaristi bukanlah obat untuk menghilangkan semua masalah yang ada dalam hidup kita, tapi seperti St Bernadette katakan “Ekaristi membasuh jiwa berantakan dan lemah dengan terang dan harapan”.

Oleh karena itu, sering seringlah mengikuti perayaan ekaristi. Gereja Katolik melihat hal ini dengan sangat jeli, oleh karena itu misa harian diadakan setiap hari.


Semakin sering kita mengikuti misa atau perayaan ekaristi, maka semakin sering kita menerima rahmat dari Tuhan Yesus lewat tubuhnya sehingga kita bisa hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Kita bisa menjalin hubungan yang erat dengan Tuhan dan mulai mengubah dari yang semula “Tuhan aku maunya ini” menjadi “aku menjadi apa yang sesuai dengan kehendak-Mu”. Dengan hubungan yang erat, kita tidak akan merasa ditinggalkan Tuhan ketika masalah hadir dalam hidup kita, tapi malah kita bisa bersyukur karena semua masalah yang ada membuat kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.


Begitulah sekilas insight dari talk Inspire 7 Sep 2019 oleh Audrey Susanto di Sanggar Prathivi, Jakarta Pusat. Next-nya Inspire akan ngomongin tentang “On Track” pada hari Sabtu 5 Oktober 2019 di Sanggar Prativi dari pukul 15:00-18:00 WIB. Please come and join us!

1 tampilan
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy