• domuscordis

Inspire Jakarta: The Starting Point


Dalam kehidupan kita, kadang ada orang-orang yang baiknya “seperti malaikat”. Kita mungkin kenal beberapa orang baik yang sangat senang memberi dan membantu orang lain. Orang-orang yang selalu mau dimintai tolong dan tidak pernah meminta pamrih. Tapi, aku rasa kita juga kenal orang-orang yang membuat kita berpikir “kok ada ya orang seperti ini?”. Orang-orang yang membuat kita kesal, gedeg, mangkel, sampai ke ubun-ubun. Orang-orang yang membuat kita membatin “ibunya makan apa sih waktu hamil dia?”


Inspire hari ini membahas tentang titik awal belas kasih. Titik di mana kita pertama kali bisa berbelaskasih kepada orang lain karena Tuhan lebih dahulu berbelaskasih kepada kita, dan kita menyadarinya. Satu bagian yang paling mengena untukku adalah, bahwa kasih Tuhan begitu besar, sampai terkadang rasanya tidak adil. Tidak adil karena Tuhan memberikan kasih itu kepada orang yang tidak layak, seperti kita semua.


Aku mengingat suatu kejadian, di mana aku menyukai seorang teman laki-lakiku. Dia tidak seperti malaikat, tapi juga tidak jahat sih. Suatu hari, pembicaraan kami membawaku ke titik di mana akhirnya aku mengakui perasaanku kepadanya. Long story short, dia mengakui hal yang sama, namun memutuskan untuk tidak memperjuangkanku dan dia tidak mau memberitahukan alasannya.


Malam itu, aku berdoa dan menceritakan kejadian tersebut kepada Tuhan. Aku mengatakan dengan jujur kepada-Nya, bahwa aku kecewa dan merasa hal tersebut tidak adil, karena aku merasa aku layak untuk diberitahukan alasannya, karena aku sudah banyak memberi untuk dia (hint: aku sudah berdosa ketika aku berpikiran seperti ini, tentu saja). Aku datang kepada Tuhan with a broken heart.


Lalu Tuhan, unexpectedly, mengatakan dalam hatiku, “Aku sudah memperjuangkan kamu di kayu salib sebelum kamu dilahirkan. Itu juga tidak adil.”

Well, that was life-changing. Ketika kita membawa hati yang hancur karena dosa dan merindukan belas kasih Tuhan, kita akan menerimanya. Kejadian itu benar-benar membuktikannya untukku.


Aku menyadari ketidaklayakanku di hadapan Tuhan, tapi Tuhan tetap memilih untuk mengasihi aku. Aku tidak punya alasan untuk tidak berbelaskasih kepada orang lain, termasuk kepada dia yang melukai aku. After all, dunia memang tidak adil kok, karena Tuhan memang dengan tidak adilnya mengasihi kita!


Penasaran dengan Mercy Series selanjutnya dari Domus Cordis? Yuk, ikut Inspire di bulan Maret nanti!


Buat yang belum nonton Inspire Februari 2021 lalu, bisa klik di sini:



Penulis: Aufa - DC (Caritas)

Editor: Ermelinda - DC (Gioia)