• domuscordis

Inspire Jakarta: Trust and Receive

Inspire kali ini diawali dengan kisah Alkitab di mana orang-orang Farisi yang julid pada Yesus, karena Dia makan bersama orang-orang berdosa. Bisa dibayangkan betapa nyinyirnya mereka. Mungkin mirip seperti kita, kalau sedang bergosip tentang orang yang tidak kita sukai. Tapi, kemudian Yesus memberikan tiga perumpamaan yang menampar orang-orang Farisi itu.


“Surga bersukacita karena satu orang berdosa yang bertobat,” kata-Nya. Dia bersukacita dengan begitu hebatnya hanya karena menemukan seekor domba, sekeping koin, dan seorang anak yang nakal.

Ketika mendengarkan Inspire hari ini, aku teringat kembali bahwa akupun seekor domba yang tersesat, sekeping koin yang hilang, dan seorang anak yang nakal. Salah satu pertanyaan renungan yang diberikan terkait dengan Inspire hari ini adalah, “Dari ketiga perumpamaan tersebut, mana yang paling relatable?”


Bagiku pribadi, koin yang hilang adalah yang paling relatable. Orang-orang lain mungkin merasa diri mereka seperti domba yang tersesat, atau anak yang nakal, tetapi aku adalah koin yang hilang. Lima tahun yang lalu, aku bahkan tidak melakukan upaya apapun untuk mencari Tuhan. Domba atau anak itu mungkin masih bisa bergerak ke arah Tuhan, tapi koin kan benda mati. Koin bahkan tidak menyadari kalau dia hilang, sampai akhirnya perempuan itu menemukan dia who knows where.


Ketika Tuhan pertama kali menemukanku, aku tidak dalam kondisi “mencari Tuhan”. Aku tidak merasa “hilang”. Tapi ketika Dia datang, di saat itulah aku tahu bahwa this is it. Di saat itulah baru aku tahu bahwa jiwaku, sama seperti jiwa semua orang, merindukan belas kasih Tuhan.


Belas kasih Tuhan yang begitu besar itulah yang menggerakkan kita semua. Dari kita bangun tidur, hingga tidur lagi. Tuhan begitu mengasihi kita, for better, for worse. Sama seperti ketika kita begitu mengasihi seseorang, kesalahan-kesalahan yang mereka buat tidak mengurangi kasih kita kepada mereka. Seorang gembala tidak akan langsung menghukum dombanya hanya karena domba itu buang air sembarangan. Seorang ibu tidak akan langsung menghukum anaknya, karena makan dengan berantakan.


Di mata Tuhan, kesalahan kita begitu kecil dibandingkan dengan belas kasih-Nya. Jadi, sama seperti domba yang tersesat dan anak yang nakal, kita tidak perlu takut untuk berusaha pulang. Bahkan ketika kita seperti koin yang mungkin terselip di bawah kursi, Tuhan sendiri yang akan datang mencari kita.


Stay tuned untuk Inspire bulan April 2021!


Bagi teman-teman yang belum menyaksikan Inspire Jakarta: Trust and Mercy secara lengkap, silakan klik:



Penulis: Aufa - DC Jakarta (Caritas)

Editor: Ermelinda - DC Jakarta (Gioia)