Kelas Krismapedia: Self Love


Narsisme dan self love itu kadang susah dibedakan. Iya susah. Namun untuk menyederhanakannya, "self itu baru nyala kalau pertama-tama kita menerima CINTA yang SEJATI dari Kristus - lalu berusaha jadi versi terbaik dari diri kita". Artinya kita harus sadar, bahwa kita ini adalah ciptaan yang dikasihi oleh Tuhan. Jadi kita perlu mengasihi diri. Nah untuk membahas itu, Domus Cordis mengadakan Kelas Krismapedia bertemakan Spiritual Gym : Mengasihi Diri Sendiri. Dari judulnya saja sudah kebayang kan, kita nge-gym untuk mengasihi diri. Ternyata untuk mengasihi diri juga perlu usaha yah.


Biar gak pada boring, "pemanasan" terlebih dahulu, dengan permainan singkat berupa games yang telah disiapkan oleh panitia. Lalu masuk pada acara inti. Kita tentu pengen tahu, apa itu Self Love? Nah untuk membahas ini, dibantu oleh kak Lia Wiyana yang jadi pembicara. Kak Lia bilang: kalau Self love adalah rasa kasih kepada diri sendiri. Tapi dalam prakteknya, kita ini sering keliru mengartikan itu. Seringkali kita lupa, bahwa Allah sudah lebih dulu menciptakan bumi dan seisinya, dan itu untuk kita. Kalau mau dibilang, itu hadiah dari Allah—sebelum kita ada, dan itu bukan hadiah yang "kaleng-kaleng".


Perlu diingat juga, Allah tidak menciptakan bumi dan seisinya ini hanya agar Dia dimuliakan dan dipuji-puji. Tidak. Tapi Dia menciptakan semuanya dalam keadaan baik karena kasih-Nya. Lalu Dia menciptakan kita manusia yang segambar denganNya. Tidak hanya sampai disitu, Allah bahkan rela mati, untuk kita. Lewat kurban salib Yesus. Model kasih Allah seperti ini kadang susah dipahami.


Lalu kita ini diberi salah satu hadiah yang keren juga, namanya kehendak bebas. Yang sering kita salah gunakan itu. Kita sering menukar dengan hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah. Yang membawa kita masuk kubangan dosa. Lalu kita mulai bersembunyi dan menjauh dari Allah. Lebih parah lagi, ketika kita menilai diri berdasarkan apa yang dikatakan orang lain, atau apa yang kita punya. Padahal tanpa itu pun, kita ini sudah dikasihi oleh Allah. Juga Allah "tidak peduli" seberapa banyak dan seberapa besar dosa kita. Selalu ada jalan pulang untuk kembali kepadaNya.


Agar sesi ini tidak hanya sekedar materi, maka dilanjutkan dengan sharing dari kak Adi tentang pergumulannya dalam usaha mencintai diri. Kak Adi bercerita akan pengalamannya yang dicintai oleh Tuhan. Terlepas dari seberapa besar dan seberapa banyak dosa yang telah diperbuat. Kak Adi bilang, bahwa ketika kita berdosa, selalu ada pengampunan dari Tuhan. Jadi kalian harus percaya itu.


Dan jujur, proses pemulihan itu tidak berjalan dengan instan. Yah seperti judulnya, bahwa kita ini sedang nge-gym. Sehingga tidak mungkin dalam sekejap langsung muncul otot-otot rohani. Tentu tidak dong. Ini proses yang sangat panjang dan kadang menyakitkan. Jadi self love itu sebuah perjalanan. Enjoy saja gaes, karena Tuhan sebagai "instruktur" yang selalu setia mendampingi agar kita bertumbuh sesuai tujuanNya.


Untuk melengkapi sharing kak Adi, kak Lia pun ikut sharing tentang pergumulan hidupnya—bahwa ia memiliki gambar diri yang begitu buruk, hingga membuat dia hampir bunuh diri. Agak serem yah!. Namun Tuhan membuka hatinya di suatu retret yang mana ada seorang pewarta bernubuat bahwa,"ada seorang wanita yang merasa kecil namun sesungguhnya (sampai tiga kali) kalau kamu itu adalah anak perempuan yang Aku cintai". Pernyataan itu mengetok hatinya. Akhirnya kak Lia membuka hatinya, dan membiarkan Tuhan masuk. Disitulah dia merasa dia cantik--bukan karena tampangnya tapi karena merasa bahwa ia itu unik dan Tuhan mencintai dia apa adanya. Tanpa embel-embel atau syarat apapun itu.


Jadi teman-teman tidak peduli posisi kalian saat ini seperti apa, keadaan hati dan moodmu seperti apa, satu hal yang kalian tahu – Tuhan mencintaimu. Ayo kembali ke identitas awal sebagai anak laki-laki dan perempuan yang diciptakan Tuhan serupa denganNya. Buka hatimu. Izinkan Tuhan masuk. Biarkan Ia bisa memporandak-porandakan pandanganmu yang keliru, tentang dirimu itu. Lalu kamu pun bisa menemukan potensi dirimu. Dan akhirnya tahu, apa sih bakat dan talentamu. Lalu gunakan itu untuk layani Tuhan. Karena itu maunya Tuhan dari hidupmu. Dan maunya kami, kalian bisa ikut lagi acara Krismapedia di sesi selanjutnya. See you gaess.


Penulis: Ali (DC Jakarta - Caritas)

Editor: Mike (DC Jakarta - Caritas)

27 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua