PERDANA Kelas Pendamping: OMK Butuh Kita!

Diperbarui: Apr 1


PERDANA! Kelas Pendamping OMK: OMK Butuh Kita! terlaksana pada Sabtu, 20 Maret 2021. Kelas ini adalah kelas bagi para pendamping Orang Muda Katolik (OMK) yang diinisiasi oleh komunitas Domus Cordis (DC). Kelas virtual melalui media Zoom Meeting ini secara istimewa dihadiri oleh Rm. Frans Kristi Adi Prasetyo, Pr. yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWI. Selain itu, kelas pendamping ini juga dihadiri oleh Romo Pendamping Program Pengembangan Komunitas Basis, yaitu RD. Markus Nurwidi Pranoto yang saat ini menjabat Sekretaris Eksekutif Komisi Karya Misioner (KKM) KWI, dan RD. Antonius Haryanto, selaku pemateri yang menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komkep KWI periode 2015 s.d. 2020. Vibes kemeriahan acara sangat terasa dengan hadirnya 200 orang lebih pendamping OMK yang berasal dari berbagai keuskupan.


Acara dibuka oleh Ledis Kokoy dengan seru dan menyenangkan. Meskipun interaksi dengan peserta terbatas, tetapi suasana tetap hidup. Lagu "Kalau Kau Senang Hati” yang dinyanyikan oleh Ledis, disertai ajakan interaksi secara virtual dengan berbagai emoticon dari para peserta, menambah keseruan siang itu.


Sesi sharing diawali dengan opening video testimoni dari komunitas basis yang didampingi oleh DC di Sumba, seorang Suster pendamping OMK memberikan testimoni betapa terbantu dengan adanya pendampingan DC di sana, dilanjutkan dengan sharing Romo Hary yang telah berkecimpung mendampingi OMK selama bertahun-tahun.


Romo Hary menceritakan kegelisahan-kegelisahannya terhadap kaum muda sebagai anggota gereja. Gereja saat ini, dirasa tidak dapat menjawab kebutuhan kaum muda, yang bisa jadi membuat orang muda merasa ditinggalkan oleh Gereja, karena ketidakmampuan Gereja dalam mengikuti perkembangan zaman dan menyesuaikan diri dengan kaum mudanya. Sebaliknya, Romo Hary berharap Gereja dapat memberi apa yang dibutuhkan oleh orang muda, memberi panduan, melibatkan serta mengajak orang muda untuk terlibat.


Peran orang muda sejatinya penting bagi Gereja, mereka memiliki ‘ide gila’ yang menarik dan punya tingkat kepedulian sosial yang tinggi.

5 Poin Penting sebagai Pendamping OMK

Untuk itu Romo Hary mengajak peserta berefleksi dari sebuah film animasi pendek yang diibaratkan sebagai seperti ‘kambing senior’ yang mau belajar dengan kambing junior. Para orang muda memerlukan pendamping yang rendah hati, yang tidak takut atau malu untuk belajar dari orang muda.


Romo Hary menyampaikan lima poin penting yang harus dimiliki oleh para pendamping OMK bahwa (1) pendamping harus punya visi yang sifatnya jangka panjang, (2) mempunyai skill kepemimpinan/leadership, (3) sumber daya manusia, meski ada berbagai tantangan seperti culture gap, (4) pendamping memerlukan materi yang praktis, dan (5) terakhir memang tidak dapat dipungkiri bahwa dana menjadi salah satu faktor penting agar OMK bisa berkembang.


Pada sesi sharing dan tanya jawab, peserta antusias sekali untuk menyampaikan keluh kesah serta hambatan, tantangan dan pengalamannya selama mendampingi OMK. Panitia juga memfasilitasi sharing yang lebih komprehensif melalui pembagian kelompok-kelompok regional sehingga setiap pendamping bisa berbagi cerita dan saling menguatkan satu sama lain di dalam karya mereka di Paroki masing-masing.


Program Pengembangan Komunitas Basis

Melihat tantangan dan kesulitan yang dialami oleh para pendamping OMK, Domus Cordis menawarkan program Pengembangan Komunitas Basis. Dalam program yang ditawarkan, Domus Cordis mengajak para pendamping dan penggerak orang muda untuk bersama-sama membangun komunitasnya di Paroki/institusi masing-masing dengan membuat program pembinaan jangka panjang yang berkelanjutan.


Apa saja yang pendamping bisa dapatkan dengan mengikuti program Pengembangan Komunitas Basis (PKB) dari Domus Cordis?


Para pendamping OMK antara lain akan mendapatkan:

1. pembekalan materi dasar pendamping OMK,

2. kelas pendamping,

3. materi pembinaan OMK,

4. forum diskusi dan sharing pendamping setiap bulan,

5. live sesion rutin bersama Domus Cordis,

6. retret pendamping dan OMK oleh tim Domus Cordis,

7. pendampingan dari tim DC dalam proses rekrutmen tim, OMK, dan pembinaan komunitas 3 tahun,

8. review progress rutin serta laporan kegiatan.


Video lengkap:


Kontributor: Fransiska Iska - DC Jakarta (Angkatan Servi Dei)

Editor: Maria Anastasia - DC Jakarta (Angkatan Salve Regina)


Info lebih lanjut, klik di sini.

91 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua