• domuscordis

Keluarga sebagai Sekolah Cinta bersama Alissa Wahid, Darius & Donna, VJ Daniel dan Rm. Andang


29 Juni 2020, kita memperingati hari Keluarga Nasional. INSPIRE Group bersama Romo Andang L. Binawan, SJ, Ibu Alissa Wahid dari kelompok Gusdurian, pasangan Darius dan Donna serta VJ Daniel, membahas pentingnya keluarga sebagai sekolah cinta.


Sambutan dari Bapak Uskup Ignatius Kardinal Suharyo


Bapak Uskup Ignatius Kardinal Suharyo membuka kegiatan di malam hari itu. Beliau mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada keluarga pada umumnya. Contohnya ada keluarga yang mempunyai rumah lengkap, tapi ada juga keluarga dengan kondisi sebaliknya - tidak punya rumah, atau bisa jadi kalau punya ternyata kondisinya dapat dikatakan sebagai rumah yang kurang layak. Sama halnya dengan kondisi anak-anak. Ada anak yang bisa mendapatkan kesempatan pendidikan di manapun, tapi ada juga anak yang bahkan untuk bersekolahpun sulit, karena tidak memiliki akte kelahiran.


Beliau juga mengutip kata-kata bijak dari Dorothy Law Nolte, Ph.D, mengenai anak-akan yang belajar dari kehidupan sekitarnya (klik: https://bit.ly/dorothylaw). Menurut Bapak Uskup, anak dalam kondisi apapun perlu dididik untuk menyerap nilai-nilai. Karena nilai-nilai yang diinternalisasikan dalam diri anak akan berpengaruh besar dalam hidup anak itu.


Pemberian Diri (Self Giving) dalam Keluarga


Keluarga adalah kelompok terkecil, yang mana kumpulan keluarga akan membentuk masyarakat, bangsa dan bahkan dunia. Semua bermula dari keluarga dan dengan demikian, pertumbuhan perkembangan anak-anak dimulai dari keluarga dengan peran penting terletak pada orang tua. Lalu, bagaimana caranya memperkenalkan kasih yang memberi (self giving) kepada anak? Ledis memulai talkshow dengan pertanyaan tersebut yang ditujukan pada VJ Daniel.


Bagi seorang Daniel, yang paling penting adalah hubungan suami dan istri. Karena sebelum anak-anak terlahir, relasi dimulai dari suami istri tersebut. Dengan cara dia menjalin relasi dengan istrinya, dan anak-anak belajar melihat dari relasi yang dia tunjukkan tersebut. "Cara gue memperlakukan istri akan menjadi benchmark yang tinggi banget buat anak gue nantinya,"ujar Daniel.


3 Peranan Penting sebagai Orang Tua


Di sisi lain, Ibu Alissa Wahid juga berbagi informasi mengenai cara membangun karakter atau sifat dari anak-anak. Dalam diri anak pasti ada pengaruh nature, tapi sebetulnya pertumbuhan atau perkembangannya ditentukan oleh orang yang memelihara ladangnya. Benih itu tergantung dari siapa yang menyiangi. Apakah benih akan tumbuh menjadi bonsai atau akan berkembang besar seperti seharusnya, tergantung dari yang merawat.

Nurture sangat berpengaruh daripada nature.

Orang tua berperan penting dalam menumbuhkan (1) nilai, (2) karakter dan (3) life skill . Saat anak, mempunyai nilai keimanan yang kuat, maka dirinya meskipun introvert atau ekstrovert tetap akan bertumbuh menjadi anak dengan iman yang kuat.


Dalam mendidik anak, ada satu kaidah penting yang berbunyi your action speak loudly i can not hear what you say - ucapan harus selaras dengan nilai. Anak-anak akan melihat apakah orang tua menghidupi apa yang dia katakan atau tidak dalam hidup sehari-hari.


Ibu Alyssa juga memberikan contoh mengenai life skill yang perlu diajarkan, yaitu cara mengambil keputusan. Mulai dari balita, orang tua bisa mengajari anak untuk mengambil keputusan. Berikan dua pilihan makanan dan minta mereka memilih, misalnya si kecil mau makan - pilih makan kentang atau nasi, dan biarkan mereka memilih. Setelah lebih besar, orang tua bisa mulai mengenalkan disiplin positif: batasan yang jelas (clear limit), dan effective action. Misalnya saja pengalaman Ibu Alyssa menghadapi anaknya yang masih TK dan tidak mau sekolah. Ibu Alyssa tidak memarahi si kecil, namun si kecil diberikan pilihan: tetap sekolah dan bisa main drum kesukaannya, atau tidak sekolah hari itu dan tidak bisa main drum di hari itu. Si kecil mengambil pilihan untuk tetap tidak bersekolah dan dia menjalankan konsekuensi bahwa tidak bisa main drum kesukaannya. Anak jadi mengetahui hasil dari pilihan yang dia ambil.


Sebagai pasangan, Darius dan Donna juga terus belajar dan belajar lagi agar bisa menjadi orang tua yang semakin baik. Sebagai ayah, Darius sering berefleksi juga apakah dirinya sudah cukup baik sebagai seorang ayah. Apakah yang diajarkan selama ini sudah membuat anak-anak bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri.


Banyak pelajaran menarik dari pengalaman para narasumber di Sekolah Cinta ini. Mengenai peran seorang ayah yang sangat penting bagi anak-anaknya, tetapi dikarenakan banyak ayah yang menganggap bahwa fungsi utama adalah memenuhi kebutuhan anggota keluarga, sehingga kesibukan menjadi anak-anak seakan fatherless.


Yuk, ikuti aja langsung perbincangan santai namun seru ini di:



Terima kasih buat Uskup Ignatius Kardinal Suharyo, Romo Andang Binawan, SJ, Ledis Kokoy, Ibu Alissa Wahid, Darius Sinathrya, Donna Agnesia dan Daniel Mananta. Teruslah menjadi inspirasi yang memberkati semakin banyak orang lain.






3 tampilan
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy