• domuscordis

Kesepian Kok Berharga??

Diperbarui: Jun 10

Pernahkah kamu merasa sendirian dan sepi, padahal kamu sedang berada di sebuah ruangan yang ramai? Kamu masih bisa ngobrol dengan teman-teman, tapi kesepian itu tetap hadir menemani, bahkan bisa menjadi semakin kuat. Atau bisa jadi kita bergumul tentang sesuatu di mana orang-orang di sekitar kita seakan tidak mengerti apa yang sedang kita alami. Pengalaman seperti ini memang tidak bisa dihindari, hanya bisa dihadapi. Tetapi, bagaimana caranya?


Sabtu, 6 Juni 2020, INSPIRE Jakarta hadir kembali melalui YouTube channel Inspire Group. Kita memang masih belum bisa kumpul bareng berhubung covid-19. Adi membuka Inspire Jakarta dengan pujian dan penyembahan. Dari teman-teman mungkin ada yang jadi kangen juga untuk bisa benar-benar berkumpul bersama di satu ruangan. Semoga segera dapat terwujud ya. Amin.


Pada sesi Entrust ini, Riko Ariefano mengajak kita semua untuk melihat satu aspek dari pertumbuhan, yaitu Precious Loneliness - Kesepian yang Berharga.


A Man After God's Own Heart

Ada cerita seseorang di Alkitab yang menjalani loneliness-nya, dan melalui pengalaman kesepian itu, malah membentuk dirinya, sebagai orang yang dikatakan, "a man after God's own heart." Namanya adalah Daud.


Saat kita mengikuti Tuhan, ada masanya di mana kita bisa mengalami kesepian. Tuhan ternyata bisa memakai kesepian tersebut untuk membentuk kita.

Semasa muda, Daud bekerja menggembalakan domba-domba di padang rumput. Kita memang tidak mengetahui bagaimana cerita dia saat menggembalakan domba. Tetapi, kita bisa melihat sosok Daud dan karakternya, yang terbentuk karena berbagai faktor. Salah satu faktornya tentu saat dia setia menjalani pekerjaannya sebagai gembala.


Figur Daud dalam cerita Alkitab memang mulai muncul saat Samuel mencari seseorang untuk diurapi menjadi Raja bagi bangsa Israel. Samuel datang ke rumah Isai dan minta untuk dipertemukan dengan anak-anaknya Isai. Isai memanggil anak-anaknya satu per satu. Tapi, Samuel tidak mendapati sosok yang tepat untuk diurapi, seperti yang Tuhan kehendaki. Hingga Samuel bertanya kembali kepada Isai, apakah tidak ada anak yang lain? Dan ternyata masih ada satu lagi yang sedang berada di padang rumput. Lalu, dipanggillah dia, yaitu Daud. Daud-lah yang akhirnya diurapi oleh Samuel.


Dari cerita itu terlihat bahwa keluarganya tidak mengenal siapa Daud. Daud sendirian mengurusi domba-dombanya. Pekerjaannya semua sama, rutin, membosankan. Setiap hari dia melakukan itu semua sendirian. Berulang-ulang. Saudaranya tidak ada yang mengetahui apa yang Daud lakukan, apalagi tantangan yang Daud hadapi saat menggembalakan domba. Tidak ada yang berpikir bahwa Daud ini hebat. Bahkan bapaknya saja tidak berpikir bahwa anak yang satu ini mempunyai potensi.


Waktu Tuhan membentuk Daud, Tuhan mengizinkan Daud untuk melewati sebuah proses di mana dia melewati hal yang membosankan, nggak dipandang orang, nggak dihargai orang, nggak dikenal orang, monoton, sampai keluarga sendiri nggak menganggap dia.

Kesepian Padahal Ikut Tuhan


Teman-teman, kalau kamu saat ini mengikuti Tuhan, dan mengalami hal seperti itu, jangan cepat-cepat menyalahkan kanan-kiri. Daud aja tidak mengeluh. Dia tetap tenang. Saat dia telah diurapi pun, dia tetap kembali ke pekerjaannya semula. Dia nggak langsung berkata-kata, "Hei, lihat nih gue diurapi jadi Raja bangsa Israel". Dia justru kembali menjadi gembala lagi, dan menggembalakan domba-dombanya lagi, and do the boring stuff again. Lihat, bagaimana Tuhan membentuk Daud? Daud tetap menjalani semuanya tanpa mengeluh, dan tetap setia.


Rahasia Daud

Apa sih yang menjadi rahasia Daud sehingga kesendirian dia menjadi begitu berharga, bahkan membentuk dia menjadi seorang yang begitu gagah berani maju mengalahkan Goliat?


Untuk lebih lengkapnya, teman-teman bisa ikuti langsung di video ini:


Sesi ENTRUST, mengajak kita memercayakan diri ke tangan Tuhan. Karena kita menyadari bahwa ungkapan dari relasi yang sungguh-sungguh erat adalah sejauh mana kita berani memercayakan seluruh hidup kita ke tangan Dia yang mengundang kita ke dalam relasi cinta. Dia yang namaNya adalah Yesus.


INSPIRE Jakarta diadakan setiap Sabtu pertama dan Kamis ketiga di Wisma Argo Manunggal. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan iman Cordisian (Sebutan anggota komunitas Domus Cordis) untuk bertumbuh bersama-sama. Dalam situasi PSBB, rangkaian talk INSPIRE Jakarta ditayangkan melalui YouTube channel INSPIRE. Semoga memberkati.


25 tampilan
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy