• domuscordis

Melayani di Program Rose for Hope

Ada yang menarik dari cerita teman-teman yang melayani sebagai volunteer Rose for Hope kali ini. Tentunya situasi sedikit berbeda, karena kita memutuskan tetap menjalankan program ini padahal pandemi Covid-19 masih berlangsung. Yang pasti, kita melaksanakan program ini dengan protokol kesehatan yang ketat.


Cerita Dora...


Hai teman-teman, nama saya Dora. Saya sudah 3x menjadi volunteer program Rose for Hope. Awalnya, karena saya senang aja melihat bunga yang indah. Ada mawar merah, mawar putih, kadang warna peach dan beragam bunga lainnya, yang kita beli berdasarkan pesanan dari teman-teman yang berpartisipasi di program ini. Bunga akan dirangkai dan diletakkan di gua Maria.


Saya merasa seperti merangkai the best gift untuk Bunda Maria. Selain senang melihat bunga-bunga, saya juga berharap dengan saya menjadi volunteer, maka act of service ini bisa menyenangkan hati Bunda Maria.

Setelah beberapa kali mengikuti program ini, saya kagum dengan volunteer yang tetap setia membantu, apalagi di situasi pandemi. Tahun ini, saya sangat bersyukur karena walau jumlah tim yang membantu terbatas, pesanan bisa cepat selesai. Sedihnya ya kalau saat merangkai bunga, ada yang patah atau bunganya masih tersisa banyak. Tetapi, selalu ada kejutan, contohnya ada donatur dadakan yang membeli semua bunga yang masih tersisa. Puji Tuhan banget karena semuanya bisa berjalan dengan lancar.


Kalau Ini Cerita Febie...


Febie, sebagai koordinator dari program Rose for Hope kali ini. Berikut sedikit ceritanya: "Aku pribadi merasa tertohok sekali program Rose for Hope kali ini. Dengan persiapan yang sangat mepet, dengan keraguan apakah ada yang mau berpartisipasi membeli bunga-bunga padahal kondisi pandemi. Tapi ternyata hasilnya sangat di luar dugaan. Ternyata banyak teman-teman yang membantu, baik dari persiapan hingga hari pelaksanaan. Walaupun diadakannya bukan di bulan Maria, dan meskipun kondisi pandemi, tapi aku melihat beberapa ujud yang membeli bunga dikarenakan untuk bersyukur. Orang-orang tidak kehilangan harapan dan hal itu sungguh menghangatkan hati aku.


Selama menjalani persiapan program ini, aku juga belajar percaya bahwa Tuhan itu luar biasa baik dan segala sesuatu mungkin di dalam Dia. Bayangkan aja, program Rose for Hope kali ini bisa mengumpulkan 1100 tangkai mawar hanya dalam 2 minggu. It was really beyond my expectation. Aku jadi belajar bersyukur. Apapun keadaanku, saat menarik data pembeli dan melihat berbagai ujud doa yang dipercayakan, meskipun semua rata-rata struggle dalam hidup masing-masing, tapi tetap tidak lupa untuk mengucapkan syukur. Semoga harapan kita semua juga terus berkembang seperti bunga-bunga yang kita persembahkan di program ini."


Tertarik untuk Melayani?

Melayani itu adalah sebuah berkat. Saat kita melayani, kita menjadi saluran kasih Tuhan. Saat kita melayani, seringkali kita justru jauh lebih banyak diberkati. Karena Tuhan boleh memakai kita yang rapuh ini sebagai alatNya.


Buat kamu yang penasaran pengen coba, bisa tinggalkan pesan dan data diri kamu melalui link berikut ini: https://www.domuscordis.com/contact. Nanti tim dari Domus Cordis akan segera menghubungi kamu.




30 tampilan
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy