• domuscordis

Menjadi Murid Yesus?


Inspire kali ini adalah kolaborasi antara DC Jakarta dan DC Sydney. Walaupun terpisah jarak karena berada di 2 benua yang berbeda, tapi puji Tuhan karena teknologi telah membawa kita sejauh "klik" sehingga kolaborasi ini bisa terjadi.


Di awal Inspire, DC Sydney berbagi cerita mengenai karya pelayanan yang dilakukan selama ini. Ada ministry choir dan juga Teens Ministry.


Secara khusus, DC meminta Om Wimpie Susanto, seorang hamba Tuhan yang melayani di Asia dan Cina, untuk membawakan topik "Making Disciples" atau Pemuridan. Saat ini, beliau menetap di Melbourne Australia dan tentunya selalu on fire saat bercerita tentang Yesus.

Sudah menjadi Katolik, berarti sudah menjadi murid Yesus?


Yakinnnn? Apa sih makna dari menjadi murid Yesus yang sesungguhnya? Coba kita lihat salah satu kisah yang mungkin udah familiar banget di benak kita semua, yaitu di kitab Yohanes tentang Yesus memberi makan 5000 orang. Pasti udah tahu banget kan bagaimana Tuhan Yesus yang saat itu mengajar 5000 orang lalu memberikan mereka makanan. Tapi apakah mereka tetap menjadi murid Yesus?


Yesus berkata di Yohanes 6:58, kalau memang kalian benar benar serius mau jadi muridKu, makanlah tubuh-Ku dan minumlah darah-Ku maka aku akan hidup dalam kalian dan kalian akan hidup di dalamku. Perkataan yang cukup keras. Perkataan yang akhirnya membuat hati para 5000 orang ini jadi sangat takut dan membuat sebagian besar dari orang-orang mengundurkan diri. Setelah Yesus dinyatakan wafat dan sebelum hari Pentakosta, akhirnya hanya ada 120 orang murid Yesus yang tetap setia untuk mengikuti ajarannya (Kis 1:15).

Dari kisah ini, Om Wimpie ingin menyampaikan kalau menjadi murid Yesus adalah hal yang sangat berat. Ini seperti memikul salib sendiri. Karena dengan mengikuti Yesus berarti melawan arus duniawi, keegoisan dan kenyamanan kita sendiri. Sering kali Tuhan mengutus kita ke dalam ketidakpastian dan tentunya hal itu sangat tidak nyaman. Belum lagi, sebagai murid Yesus kita harus benar-benar menggenapi firman Tuhan. Ikut Tuhan berarti benar-benar taat sama Tuhan, seperti yang Simon Petrus Katakan dalam Yoh 6: 68. Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Dan itu termasuk mengampuni sesama lebih dari 70 x 7 x dan mau melayani sesama dengan sikap hati yang sama seperti ketika Tuhan Yesus membasuh kaki para murid.


Sebagai murid Tuhan, kita adalah refleksi dari gambaran cinta kasih seorang Tuhan Yesus.


Santo Yohanes Paulus II mengatakan,

“We are not the sum of our weakness & failures, we are the sum of the father’s love for us & our real capacity to become the image of HIS son”.

Ketika kita menghadapi orang yang mungkin bebal dan sangat menyebalkan, tetaplah setia untuk mengasihi dan memaafkan sebagaimana Tuhan selalu memaafkan dosa-dosa kita.


Hidup sebagai murid Tuhan adalah, mau datang kepada-Nya, mengikuti ajaran-Nya, lalu menerima Roh Kudus dan bersedia untuk pergi dan mewartakan ajaran-Nya. Ingatlah, sebagai umat Katolik kita selalu diutus untuk pergi dan mewartakan firman Tuhan di setiap akhir perjamuan Ekaristi. Dan cara yang paling sederhana adalah menjalani hidup dengan penuh kasih. Jadi, yuk tetap setia menjadi murid Kristus?


Video lengkapnya dapat dinikmati di sini:


Tulisan: Mike (Caritas) Editor: Tasia (SM)

4 tampilan
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy