• domuscordis

Pendamping OMK yang H.O.T!

Diperbarui: Mei 1


Orang muda adalah masa depan gereja. Atas dasar itu Domus Cordis mengadakan seri kelas pendamping OMK yang H.O.T pada tanggal 17 April 2021 dengan pembicara RD Frans Kristi Adi Prasetya yang adalah Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI. Dipandu oleh MC, Kak Ledis, yang ceria dan ramah itu. Pun banyak sekali pendamping OMK yang hadir. Dari Aceh sampai Papua.


Lalu apa sih maksud dari OMK yang H.O.T. itu? Ini bukanlah hot dalam artian panas, melainkan akronim. Dijelaskan oleh Romo Kris bahwa H.O.T singkatan dari :

Happy-Open-Transformative

Open dan Happy

Jika dilihat dari susunannya, Happy-lah yang harusnya pertama dijelaskan. Namun Romo Kris menjelaskan terlebih dahulu Open. Apa maksudnya? Open memang artinya terbuka. Maksudnya adalah terbuka terhadap rahmat Allah. Kita tidak bisa menjadi pendamping OMK yang militan, jika kita sendiri tertutup akan rahmat Allah.

Mendampingi OMK adalah mendampingi manusia, yang punya perasaan, bukan robot, jadi ketergantungan kita kepada Allah sajalah, yang bisa memuluskan tugas kita itu.

Happy adalah sikap lain yang harus dimiliki. Walau banyak OMK terjebak dalam kegalauan masa kini, karena banyak faktor. Kakak pendamping harus happy, yang tentunya akan terungkap dari dalam diri dan tindakan. Yah memang tidak enak, melihat seseorang mukanya masam atau murung terus. Romo Kris melanjutkan bahwa itu akan terlihat dari Interority : berupa apa yang ada dalam batin dan Exteriority berupa sikap lahiriah/hubungan yang terlihat dengan sesama.


Transformative


Open dan Happy, diharapkan membawa OMK yang didampingi itu bertranformasi. Alias berubah. Kita pasti sepakat, bahwa arah pendampingan OMK harus membawa sesuatu yang positif. Dalam hal ini, teladan pendampingan Yesus terhadap murid-muridNya bisa menjadi kiblat kita. OMK harus berubah dan berbuah. Sejujurnya, ini memang bukan proses yang gampang, kita semua boleh mengatakan iya. Namun bukan suatu yang mustahil kan?


Menurut Romo Kris, konsep atau arah pendampingan orang muda itu harus diubah. Konsep lama, seperti "masuk melalui pintu mereka, keluar melalui melalui pintu kita” yang terjemahan bebasnya kira-kira begini – bahwa kita boleh mendekati orang muda dengan cara atau kebiasaan mereka, dan tergabung dalam kegiatan mereka, lalu berharap mereka akan berubah sesuai dengan konsep atau tujuan yang kita inginkan. Ini konsep lama. Zaman sudah berubah. OMK sekarang punya banyak ide. Sangat kreatif mereka.


Romo Kris mengenalkan konsep baru :

"Masuk melalui pintu mereka, keluar melalui pintu bersama”

Nah ini bisa dibilang win-win solution. Sama-sama senang. OMK senang. Kakak pendamping senang. Sebagai pendamping OMK, kita melakukan pendekatan OMK dengan terlebih dahulu, apa sih yang sebenarnya dibutuhkan OMK? bisa jadi dalam istilah marketing, OMK adalah customer kita. Kita perlu tahu, mereka itu butuh apa? Tidak mungkin kita menjual sesuatu yang tidak dibutuhkan konsumen. Iya kan?


Tapi Romo Kris menggarisbawahi, bukan berarti kita pun malah terjerumus ke dalam tindakan atau perbuatan keliru mereka, karena hanya ingin mengambil hati OMK itu. Keluar dari pintu bersama di atas, dalam artian bahwa -- oke mari kita sepakat. Kalian OMK maunya begini, tetapi ajaran gereja kita harus begini. Maukah kita dan para OMK bekerja sama, untuk mencapai itu? Apalagi tiap OMK pasti memiliki bakat dan talenta masing-masing. Sekarang bagaimana kejelian kakak-kakak pendamping, untuk melihat talenta itu agar bisa berbuah.


Tanya Jawab

Paparan Romo Kris memang menarik. Tidak heran saat sesi tanya jawab, langsung diserbu oleh kakak-kakak pendamping OMK. Ada peserta yang saking semangatnya, malah langsung bertanya walau belum dipersilakan Kakak Ledis sebagai MC. Ada juga yang bercerita pengalaman mereka bagaimana mendampingi OMK. Mereka seperti sepakat, bahwa pendekatan terhadap OMK perlu diubah. Persepsi kalau ikut OMK itu kerjaannya hanya berdoa melulu perlu diperbarui. Kegiatan rohani dan jasmani itu saling bertautan. Malah kehidupan rohani bisa dijadikan gaya hidup dan bisa selalu diselipkan dalam kegiatan sehari-hari.


Antusias kakak-kakak pendamping OMK di sini sangat terlihat sekali. Namun karena keterbatasan waktu, tidak semua pertanyaan dapat tertampung. Namun Domus Cordis sebagai penyelenggara, membuka kesempatan bagi kakak-kakak yang kepo, boleh mengunjungi lebih lanjut sosial media domus cordis.


Semangat yah kakak-kakak pendamping OMK. Kalian harus H.O.T. Walau banyak hati OMK di luar sana dingin bahkan beku. Padahal cuaca sedang lagi panas-panasnya. Semangatttt.


Penulis: Ali (DC Jakarta - Caritas)

Editor: Tasia (DC Jakarta - Salve Regina)

19 tampilan0 komentar