• domuscordis

Ubah Takut Menjadi Iman | Entrust Series #6


Pertemuan Inspire kali ini masih dilakukan di rumah masing-masing. Thank God for digital technology. Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta semakin intensif, tapi kasih dan rahmat Tuhan tidak pernah berhenti menyertai kita semua. Beberapa anggota komunitas kami juga sibuk mempersiapkan bantuan APD dan sembako bagi petugas medis di banyak rumah sakit, dan sesama yang membutuhkan.

Di tengah situasi Covid19 yang terasa seperti badai ini, kita diingatkan akan pengalaman para rasul yang menghadapi badai di tengah danau. Ini kisah Yesus yang dibahas oleh Riko pada talk di Inspire Jakarta kali ini.

Yesus dan para rasul berada di sebuah perahu di tengah danau. Tiba-tiba mengamuklah angin ribut. Para rasul panik, takut, sementara Yesus tidur di buritan. Setelah Yesus bangun, Ia menghardik badai itu, lalu danau itupun menjadi tenang. Setelah itu, Markus mencatat “Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?" (Mrk 4:41).

Perhatikan, saat badai mereka memang jelas takut, tapi setelah badai reda, mereka tidak menjadi tenang, melainkan justru menjadi sangat takut. Mengapa? Karena yang berdiri di hadapan mereka ternyata jauh lebih dahsyat daripada badai, karena badai-pun taat kepada-Nya. (Wow!)

Beberapa waktu setelah itu, Matius mengisahkan peristiwa badai lagi. Kali ini, Yesus memerintahkan para rasul untuk naik ke perahu mendahului-Nya ke seberang danau. Kita tahu ceritanya, bahwa kemudian ada badai, Yesus lalu muncul berjalan di atas air, sehingga dikira hantu. Pada peristiwa ini, sekali lagi Yesus meredakan badai.

Di peristiwa badai pertama, Yesus hadir di perahu bersama para murid-Nya namun tidur, sehingga disangka tidak peduli. Di peristiwa badai kedua, Yesus bahkan tidak hadir di perahu, dan menampakkan diri berjalan di atas air, sehingga disangka hantu. Yesus mengajak para murid-Nya dari pengalaman badai pertama, ke badai kedua yang lebih mencekam, karena Dia tidak hadir di perahu.

Ini pesan penting bagi kita semua. Seringkali kita takut pada tantangan hidup, tanpa sadar bahwa Yesus yang hadir di perahu kehidupan kita lebih besar daripada tantangan hidup apapun. Kalau Dia mau, Dia bisa meredakan badai hidup kita semudah menjentikan jari. Namun Yesus seringkali sengaja diam, karena Ia ingin kita belajar percaya pada-Nya. Apakah kita mudah takut dan panik? Atau kita setia bertahan karena tahu pasti bahwa Dia akan menolong? Tuhan mengajak kita melalui peristiwa badai ini tidak hanya sekali, namun berulang kali. Kenapa? Karena Dia ingin kita bertumbuh. Dia ingin kita semakin percaya. Dia ingin kita naik kelas iman. Melalui proses berulang kali ini, takut kita-pun perlahan diubah menjadi iman percaya!

Maka kita perlu “beri makan” iman kita, dan bukan rasa takut kita. Kita memberi makan kepada iman kita dengan cara:

1. Membuka diri pada Sabda Allah. Bacalah Kitab Suci, pelajari Tradisi Suci Gereja, dan dengarkan tuntunan Roh Kudus.

2. Melalui hajaran Allah (baca: badai!) dengan setia bersama Yesus. Berhenti mengeluh saat ada tantangan, tapi ajak Yesus terus untuk meneguhkan dalam perjalanan.

3. Menunggu dengan penuh harapan akan janji Allah. Yesaya 4-:31 berkata “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru…” Kalau kita sungguh menantikan janji Tuhan, kita tidak menjadi letih, tapi justru dikuatkan terus oleh rahmat Tuhan yang setia.


4. Menjalani hidup berkomunitas. Semua ajaran dan hajaran Yesus bagi murid-murid-Nya tidak dilakukan sendiri-sendiri, tapi selalu dalam konteks sebuah komunitas atau kelompok kecil. Maka hiduplah dalam sebuah komunitas murid-murid Yesus yang saling membangun dan memurnikan di dalam Dia.

Masa Covid19 memang terasa seperti badai, tapi kita tahu siapa sesungguhnya yang lebih berkuasa atas segala badai. Di akhir talk, kita diundang untuk memberi makan terus pada iman kita, sehingga semua rasa takut berubah menjadi iman yang semakin teguh di dalam Dia.

Badai? Bring it on!




10 tampilan
DOMUS CORDIS

Hubungi  kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Email: info@domuscordis.com

Phone: +62 21 52964237

FB: @domuscordis
IG: @domuscordis

© 2020 by Domus Cordis |  Terms of Use  |   Privacy Policy