3 Hal yang Kamu Perlukan untuk Bertumbuh!


"Gereja-Ku telah menyatakan mereka sebagai orang-orang kudus karena mereka secara heroik telah setia kepada-Ku selama hidup mereka di bumi. Mereka adalah favoritku karena mereka menjadikanku sebagai favorit mereka. Mereka memilih untuk mencintaiKu lebih dari hidup mereka sendiri. Mereka melayani-Ku dengan sikap tidak mementingkan diri sendiri dan dengan kemurahan hati. Mereka memberiKu pelayanan terbaik dalam kemampuan mereka, dan mereka tidak menyangkal Aku. Walaupun Aku mengijinkan adanya beban, kesulitan, kegagalan, kekecewaan, atau penyakit, mereka menerima semuanya dari tangan-Ku dengan sikap kerelaan yang utuh.


Itulah closing statement Kak Yurika Agustina, narasumber kegiatan Inspire Jakarta September 2022 ini. Kalimat tersebut diambil dari buku My Daily Bread karangan Romo Antholy J. Paone, SJ. Kak Yurika mengajak kita untuk setia dalam proses pertumbuhan yang kita lalui.


Suatu pertumbuhan tidak hanya diukur dari sisi fisik. Iman kita pun perlu bertumbuh. Kalau kita melihat Injil Yohanes 15:1-2 mengenai ranting yang berbuah, maka kita sebagai pengikut Kristus memang diajak untuk terus melekat pada pokok anggur sehingga dapat berbuah. Meski kita juga perlu menyadari bahwa sebenarnya, yang bekerja paling keras dalam proses pertumbuhan adalah Bapa di Surga selaku pengusaha dari kebun anggur. Namun, kita juga punya tanggung jawab dalam proses pertumbuhan iman kita. Pesan Yesus mengenai pokok anggur ini adalah pesan yang penting, yang disampaikan pada detik-detik akhir hidup-Nya. Kita diajak untuk setia tinggal di dalam-Nya agar bisa terus tumbuh dan berbuah.


Kak Yurika mengajak kita untuk melakukan 3C agar bisa tinggal di dalam Kristus. C yang pertama adalah Commitment to abide in Christ, to be disciple of Christ and to be mature in Christ. Kita diajak secara sadar membuat komitmen untuk tinggal di dalam Kristus dengan mengalihkan fokus dari diri kita sendiri kepada Kristus. C yang kedua adalah Cutting away and Let it go. Seperti Bapa yang membersihkan ranting-ranting pada pohon anggur, kita juga akan terus dibersihkan sepanjang hidup kita agar bisa tumbuh dan berbuah dengan baik. C yang ketiga adalah Community, di mana kita diajak untuk berkumpul dengan “pohon-pohon” yang sama-sama ingin bertumbuh di dalam Kristus. Sebuah pohon yang tumbuh di antara ilalang tentunya akan lebih sulit untuk tumbuh dan berbuah dengan baik, bukan?


Setelah Yurika selesai membawakan talk, Anastasia sebagai MC, memandu teman-teman untuk masuk ke sesi tanya jawab. Salah satu bagian dari materi Yurika yang cukup menjadi perhatian dan menjadi bahan pertanyaan adalah tentang cutting away and let it go. Salah seorang penanya ingin tahu bagian mana dalam hidupnya yang harus dipangkas dan bagaimana caranya bertahan dalam proses pemangkasan yang tentunya tidak menyenangkan. Yurika mengajak kita untuk kembali ke C yang pertama terlebih dahulu, yaitu untuk membuat komitmen secara sadar untuk tinggal di dalam Kristus. Sangat penting untuk berfokus pada Yesus, sehingga ketika proses pemangkasan dilakukan oleh Bapa, kita bisa setia dan bertahan dengan menempel pada pokok anggur yang benar.


Begitulah sekilas Inspire Jakarta bulan September 2022. Oya, Inspire Jakarta kali ini diadakan perdana secara onsite setelah melewati 2 tahun pandemi. Tentunya banyak persiapan yang dilakukan. Tetapi, ada sukacita tersendiri karena anggota komunitas Domus Cordis dapat kembali bertemu muka secara langsung.


Bagi teman-teman yang mau turut bergabung dan hadir secara langsung, boleh pantengin Instagram @letsinspire.co. Sampai bertemu lagi di Inspire berikutnya!



2 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua