top of page

Kisah Rekoleksi Krisma Bersama Domus Cordis

9 jam yang lalu
3 menit membaca

Sabtu pagi, 24 Oktober 2026, aula Paroki Regina Caeli PIK perlahan dipenuhi sekitar seratus remaja OMK tingkat SMP dan SMA. Ada yang masih mengantuk, ada yang sibuk mencari teman, ada yang datang dengan banyak pertanyaan di hati. Mereka adalah calon penerima Sakramen Krisma, dan hari itu mereka dilayani oleh kakak-kakak Domus Cordis dalam sebuah rekoleksi sehari penuh, dari pukul 08.30 WIB hingga ditutup dengan Perayaan Ekaristi pukul 16.30 WIB.


Tiga Sesi, Satu Identitas

Dengan Kak Lukas sebagai MC, hari itu dibagi menjadi tiga sesi tentang Munera Christi, tiga tugas Kristus sebagai Imam, Nabi, dan Raja. Melalui Pembaptisan, setiap orang beriman mengambil bagian dalam ketiga tugas itu (bdk. Katekismus Gereja Katolik, 783-786), dan Sakramen Krisma menguatkan kita untuk menghidupinya sebagai saksi Kristus (KGK 1303).


Imam.Ā Kak Feifei mengajak para remaja menyadari bahwa menjadi imam bukan hanya urusan liturgi. Sebagai bagian dari ā€œimamat yang rajaniā€ (1 Ptr 2:9), mereka dipanggil menjadi jembatan antara Tuhan dan sesama, di sekolah, di rumah, di tengah pertemanan, dan di lingkungan masyarakat.


Nabi.Ā Kak Elbert mengajak mereka berani mewartakan apa yang baik dan benar serta membagikan kasih Tuhan kepada sesama. Langkahnya bisa sesederhana membagikan kebaikan Tuhan lewat media sosial tanpa takut dihakimi atau dipandang berbeda oleh teman-teman.





Raja.Ā Kak Vieri mengajak mereka memandang Kristus, Raja yang Tersalib, yang tidak menaklukkan dengan kekuasaan tetapi melayani dengan kasih (Mrk 10:45). Kita takluk bukan karena dipaksa, melainkan karena cinta-Nya yang begitu besar. Para remaja diingatkan untuk tidak melupakan identitas mereka sebagai anak-anak Kerajaan Allah, supaya ketika badai datang dan musuh menghadang, mereka berani melangkah dan terus memilih Yesus.


Tawa, Pertanyaan, dan Haru

Suasana di dua sesi pertama hidup dan penuh tawa. Ice breakingĀ dan sharing kelompok membuat para remaja bermain, berdiskusi, dan saling mengenal, sehingga yang awalnya canggung perlahan menjadi akrab.


Bagaimana kalau ada hari-hari ketika kita merasa lostĀ dalam hidup?

Satu pertanyaan muncul dari seorang peserta. Kak Vieri dan Kak Elbert menjawab dengan sederhana: tidak perlu langkah yang rumit. Cukup tahu bahwa esok pagi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memilih Yesus lagi. Jatuh seribu kali, bangun seribu kali, dan pilih Yesus lagi, karena Ia selalu menyertai perjalanan kita.


Menjelang akhir, suasana semakin teduh. Para kakak pendamping mendoakan setiap remaja secara personal. Mereka lalu menerima dan membaca surat kasih dari orang tua masing-masing, dan menuliskan janji komitmen untuk langkah selanjutnya menjelang Sakramen Krisma. Rasa takjub, haru, dan renungan terlihat jelas di wajah mereka. Hari itu ditutup dengan Perayaan Ekaristi, tempat semua yang dialami sepanjang hari bermuara pada Kristus sendiri.


Buah yang Mulai Tumbuh

Buah rekoleksi ini sudah terlihat hari itu juga. Selepas sesi, beberapa remaja datang menemui para kakak-kakak dari Domus Cordis, baik secara pribadi maupun dalam kelompok kecil, karena ingin mengenal Yesus lebih dalam dan menjalani peran mereka tanpa melupakan identitas sebagai anak-anak yang dikasihi Allah. Banyak hal mereka tanyakan tentang berbagai situasi dan tantangan yang mereka alami secara pribadi mau pun yang teman-teman mereka alami Janji komitmen yang mereka tulis menjadi tanda niat untuk melangkah bersama Kristus setelah Krisma.


Pesan yang kami bawa pulang sederhana namun menantang: anak-anak Allah dipanggil untuk mengelola, mewartakan, dan mengembangkan Kerajaan Allah sesuai panggilan masing-masing di dalam Tuhan.


Mari Berkarya Bersama

Kami bersyukur dan bergembira bisa melayani OMK Paroki Regina Caeli PIK dalam rekoleksi ini. Jika komunitas, sekolah, atau pelayanan orang muda Katolik Anda ingin terus mendukung dan berkolaborasi dalam karya lain bagi OMK, dalam berbagai bentyk. Dengan senang hati kami mau berjalan bersama untuk menemani orang muda menemukan dan menghidupi identitas mereka di dalam Kristus.


Penulis: Klaudias Vieri (Good Samaritan)

Editor: Maria Anastasia (Salve Regina)


Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


Hubungi Kami

DOMUS CORDIS (DC)
 

adalah komunitas yang menginspirasi orang muda untuk mengubah dunia di dalam Kristus. Komunitas DC berdomisili di Jakarta, Semarang dan Sydney.

 

DC Jakarta tergabung dalam Pertemuan Mitra Kategorial (Pemikat) di Keuskupan Agung Jakarta, dengan Moderator Romo Stevanus Harry Yudanto Pr. 

​

Domus Cordis di berbagai lokasi tetap berada di bawah otoritas Gereja Katolik atau keuskupan setempat. 

​​

Hubungi kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Tujuan: Required

Terima kasih.

ALAMAT

Yayasan Domus Cordis

Wisma Argo Manunggal

Jl. Let. Jend. Gatot Soebroto Kav. 22, 

Jakarta 12930

Indonesia

WHATSAPP

+62 812 1997 7328

DC Jakarta

DC Semarang

+62 815 1120 8000

EMAIL

bottom of page