Sex Education SMP Katolik Ricci 1
- Domus Cordis
- 27 Apr
- 2 menit membaca
Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa di SMP Katolik Ricci 1 pada Kamis, 16 April 2026, saat berlangsungnya kegiatan Sex Education (SexEd) yang diikuti oleh 64 peserta, terdiri dari 34 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan. Kegiatan ini dibawakan oleh Renaldo Sugiharto dan Lia Wiyana Sari, dengan pendekatan yang mendalam, reflektif, dan relevan bagi perkembangan remaja.


Pada sesi pertama, seluruh peserta diajak untuk kembali mengenal diri mereka masing-masing. Materi difokuskan pada pentingnya keseimbangan antara tubuh, jiwa, dan roh sebagai satu kesatuan yang utuh dalam diri manusia. Mengacu pada pemikiran St. Irenaeus, disampaikan bahwa ākemuliaan Tuhan adalah manusia yang hidup sepenuhnya.ā Pesan ini menjadi dasar refleksi bahwa setiap remaja dipanggil untuk menjaga dan merawat dirinya, agar dapat bertumbuh menjadi pribadi yang utuh dan penuh.
Dalam sesi ini juga dibahas secara jujur dan terbuka mengenai tantangan yang dihadapi remaja saat ini, termasuk dampak konsumsi pornografi terhadap perkembangan otak dan kehidupan pribadi. Para peserta diajak untuk memahami bahwa menjaga diri bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga perlu dilakukan bersama-sama sebagai komunitas yang saling mendukung untuk hidup benar dan bertumbuh dalam kekudusan.
Memasuki sesi kedua, peserta dibagi menjadi dua kelompok terpisah, yaitu kelas laki-laki dan kelas perempuan, agar pembahasan dapat lebih fokus dan relevan dengan kebutuhan masing-masing.

Di kelas laki-laki, Renaldo Sugiharto membawakan materi mengenai bagaimana menjadi seorang laki-laki sejati. Para peserta diajak untuk memahami identitas mereka, serta bagaimana menyelaraskan tubuh, jiwa, dan roh dalam kehidupan sehari-hari. Ditekankan pentingnya tanggung jawab untuk menjaga diri, mengembangkan karakter, serta saling mengingatkan dalam komunitas agar tetap hidup kudus dan berintegritas.
Sementara itu, sesi untuk kelas perempuan juga dipersiapkan untuk melanjutkan pembahasan dengan pendekatan yang sesuai dengan pengalaman dan tantangan perempuan muda, sebagai bagian dari perjalanan mereka menjadi pribadi yang utuh.
Kegiatan SexEd ini menjadi momen berharga bagi para peserta untuk tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mengalami proses refleksi diri yang mendalam. Harapannya, setiap peserta dapat membawa pulang nilai-nilai yang diperoleh, serta terus bertumbuh menjadi manusia yang hidup sepenuhnyaābaik dalam tubuh, jiwa, maupun roh.
Penulis: Yenny Christiany




Komentar