top of page

Sexy & Holy: Pelajaran Relasi seperti Kristus

“…makin ku belajar, makin ku sadar bahwa ternyata nikah itu nggak gampang. Mendengar materi serta sharing di Sexy & Holy ini, jadi ngaca ke diri sendiri dan mikir... ternyata masih banyak bagian dari diri gw yang bobrok ya.”

Begitulah ungkapan seorang peserta seminar Sexy & Holy 2026 yang berdasarkan Teologi Tubuh Santo Yohanes Paulus II. Seminar ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, 18 dan 19 April 2026. Sebanyak 55 orang muda dari usia 21 hingga 50 tahun mengikuti program ini baik secara on-site dan online.


Umumnya, orang-orang muda mengikuti program ini karena berbagai pengalaman dalam relasi yang dihadapi dengan pasangan. Saya sendiri menemui beberapa orang yang baru putus dari long relationship hingga 10 tahun lamanya. Kebanyakan dari mereka hadir untuk belajar dan mencari tahu apa sih yang salah dari cara mereka menjalin hubungan selama ini. Selain itu, mereka juga mencari jawaban tentang apa saja yang perlu diterapkan untuk menjalani hubungan romantis berlandaskan iman Katolik. 


Sebenarnya Sexy & Holy bukanlah program baru di komunitas Domus Cordis. Program ini sudah ada sejak awal Domus Cordis berdiri, bahkan sudah tersedia juga bukunya yang ditulis oleh pendiri Domus Cordis, yaitu Riko dan Lia Ariefano.


Di seminar ini, Riko sebagai salah satu narasumber membuka materi dengan membahas definisi cinta yang benar menurut ajaran Kristus. Cinta itu ada untuk melayani orang lain dan berani mengorbankan diri. Dari pengajaran ini, peserta langsung diajak berefleksi mengenai cara mereka mencintai selama ini. Riko menjelaskan bahwa cinta yang terlihat tulus dan menggebu gebu bisa saja datang dari nafsu dan keinginan yang egois. 


Ada juga sesi dimana Lia membahas mengenai masa single, masa di mana dia sendiri menghadapi banyak ketakutan karena belum menemukan orang yang sungguh mencintai. Namun sesuai kesaksiannya, ternyata ketakutan tidak dicintai atau usaha menemukan orang yang bisa mencintai kita tersebut, justru datangnya dari trauma dan luka batin yang perlu diobati. Lia mengatakan bahwa kita sebenarnya sudah dicintai oleh Tuhan dan sudah menjadi pribadi yang utuh tanpa cinta dari luar. Karena Tuhan sudah mengisi kita dengan cintanya yang luar biasa tak berkesudahan. 


Dua hari ini selalu diakhiri dengan kesempatan bertanya jawab. Para peserta terlihat sangat antusias bertanya. Kebanyakan mereka bertanya berdasarkan masalah pribadi yang mereka alami serta kegusaran dalam hidup mereka yang sekarang. 


“Kelas dua hari kemarin benar-benar menyadarkan gue dan pasangan untuk menunda dulu pernikahan dan menjalani masa pertunangan ini dengan lebih siap…” ucap seorang peserta yang datang bersama pasangannya. 

Saya pribadi merasa bahwa program Sexy & Holy 2026 ini perlu diketahui banyak umat Katolik yang memang perlu kembali lagi mendasarkan kehidupan romantisnya dengan ajaran cinta kasih Tuhan Yesus Kristus sendiri, sehingga kita bisa lebih menjalani hidup yang lebih berbuah dan mencinta seperti Bapa surga menyayangi kita anak-anak-Nya. 


 
 
 

Komentar


Hubungi Kami

DOMUS CORDIS (DC)
 

adalah komunitas yang menginspirasi orang muda untuk mengubah dunia di dalam Kristus. Komunitas DC berdomisili di Jakarta, Semarang dan Sydney.

 

DC Jakarta tergabung dalam Pertemuan Mitra Kategorial (Pemikat) di Keuskupan Agung Jakarta, dengan Moderator Romo Stevanus Harry Yudanto Pr. 

Domus Cordis di berbagai lokasi tetap berada di bawah otoritas Gereja Katolik atau keuskupan setempat. 

Hubungi kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Tujuan: Required

Terima kasih.

ALAMAT

Yayasan Domus Cordis

Wisma Argo Manunggal

Jl. Let. Jend. Gatot Soebroto Kav. 22, 

Jakarta 12930

Indonesia

WHATSAPP

+62 812 1997 7328

DC Jakarta

DC Semarang

+62 815 1120 8000

EMAIL

bottom of page