Bersyukur dan Menatap Masa Depan Bersama Anak-Anak ASAK Paroki Kosambi Baru
- Domus Cordis
- 28 Des 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 29 Des 2025
Sabtu, 27 Desember 2025, suasana Aula Maria Ratu Rosari dipenuhi sukacita dan semangat kebersamaan. ASAK (Ayo Sekolah Ayo Kuliah) Paroki Kosambi Baru, Jakarta, mengadakan Acara Apresiasi dan Motivasi yang dirangkai dengan Perayaan Natal, sebuah momen istimewa bagi anak-anak ASAK untuk berhenti sejenak, bersyukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2025, sekaligus menata harapan dan resolusi untuk tahun 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak ASAK Paroki Kosambi Baru dengan penuh antusias. Sejak pagi hari, mereka hadir mengenakan seragam biru ASAK, menjadi simbol kebersamaan dan identitas sebagai satu keluarga besar.

Mengawali Hari dengan Sukacita
Acara dibuka dengan registrasi dan persiapan bersama, dilanjutkan dengan doa pembuka yang mengajak seluruh peserta untuk menyerahkan kegiatan hari itu ke dalam penyertaan Tuhan. Suasana kemudian semakin hidup melalui sesi ice breaking yang dipandu oleh Vieri, mengajak anak-anak bergerak, tertawa, dan saling berinteraksi.

Pujian dan penyembahan dipimpin oleh Nadya sebagai song leader, didukung oleh Bigail sebagai pemusik dan Irene sebagai singer. Lagu-lagu Natal dan pujian yang dibawakan membantu anak-anak masuk dalam suasana doa dan syukur, menyadari kasih Tuhan yang setia menyertai perjalanan hidup mereka.
Bersyukur atas Tahun 2025
Salah satu momen reflektif yang paling menyentuh dalam acara ini adalah sesi kesaksian dan renungan bertajuk Berkat Tuhan Sepanjang Tahun 2025, yang dibagikan oleh Nadya.
Dalam sharing-nya, Nadya mengajak anak-anak untuk melihat bagaimana Tuhan bekerja nyata dalam hidupnya melalui ASAK. Ia menceritakan bahwa di masa lalu, ASAK menjadi sarana pertolongan Tuhan bagi keluarganya. Saat ayahnya meninggal dunia dan sang mama harus berjuang sebagai single parent, ASAK hadir membantu sehingga Nadya, saudara kembarnya, dan adiknya tetap dapat bersekolah.
Dengan penuh syukur, Nadya bersaksi bahwa kini ia telah lulus sekolah dan bekerja, sebuah bukti dari penyertaan Tuhan yang setia. Melalui kisah hidupnya, ia menguatkan anak-anak untuk tidak kehilangan harapan dan berani memiliki cita-cita yang besar, meskipun menghadapi keterbatasan.
Nadya menegaskan bahwa Yesus adalah sumber pertolongan sejati, dan ASAK adalah salah satu cara Tuhan menyalurkan kasih dan bantuan-Nya. Ia mengajak adik-adik untuk terus berusaha, setia, dan menggantungkan hidup pada Tuhan yang sama, yang dahulu menolong keluarganya dan yang juga akan menolong mereka hari ini dan di masa depan.
Kesaksian Nadya menjadi momen yang sangat menyentuh. Beberapa anak tampak menitikkan air mata saat mendengarkan ceritanya, karena kisah tersebut begitu relevan dengan pengalaman hidup yang sedang mereka jalani. Dalam keterbatasan dan pergumulan keluarga, anak-anak diajak melihat bahwa Yesus adalah kekuatan, dan bahwa Tuhan kerap menghadirkan pertolongan melalui tangan-tangan kasih ASAK paroki.

Menuliskan Harapan dan Resolusi 2026
Tidak berhenti pada rasa syukur, anak-anak ASAK juga diajak melangkah lebih jauh dengan membuat resolusi untuk tahun 2026. Dalam sesi ini, mereka menuliskan harapan, mimpi, serta komitmen pribadi yang ingin mereka perjuangkan di tahun mendatang.
Resolusi-resolusi ini menjadi simbol harapan baru—bahwa dengan usaha, doa, dan pendampingan yang tepat, mereka dapat terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan beriman.
Kebersamaan yang Menguatkan
Acara ditutup dengan suasana penuh kehangatan melalui lagu penutup Natal dan kebersamaan saat makan siang. Tawa, cerita, dan kebersamaan sederhana menjadi pengingat bahwa komunitas adalah ruang aman untuk bertumbuh bersama.
Tim Domus Cordis hadir sebagai bagian dari kegiatan ini dengan peran yang saling melengkapi: Vieri memandu jalannya acara dan ice breaking, Nadya, Bigail, dan Irene melayani dalam pujian, sementara saya membantu mengoperasikan multimedia serta mendokumentasikan seluruh rangkaian acara, sehingga setiap momen berharga dapat diabadikan dengan baik.

Menjadi Ruang Bertumbuh
Melalui perayaan Natal dan refleksi akhir tahun ini, ASAK Paroki Kosambi Baru serta Domus Cordis berharap anak-anak semakin menyadari nilai diri mereka, belajar bersyukur, dan berani bermimpi. Semoga benih-benih harapan yang ditanam pada hari ini terus bertumbuh dan berbuah di tahun-tahun mendatang.

“Segala sesuatu indah pada waktunya.” Kiranya semangat Natal ini terus menyala dalam langkah setiap anak-anak ASAK Paroki Kosambi Baru, hari ini dan seterusnya.
Penulis: Yenny Christiany
