top of page

DC Camp 2026: Berhenti Menyembah Luka, Mulai Menyambut Hati-Nya

7 Sep
3 menit membaca

Bagaimana kalau Kerajaan Allah bukan pertama-tama tentang tempat yang kita tuju, tetapi tentang hati yang kita bawa? Pertanyaan itu mungkin menjadi salah satu cara paling sederhana untuk memahami perjalanan DC Camp 2026.



Tahun ini, Domus Cordis mengambil langkah baru. Annual Retreat tidak disebut sebagai retret, melainkan Domus Cordis Camp—DC Camp. Bukan sekadar berganti nama, tetapi sebuah ajakan untuk mengalami kebersamaan, pembentukan, dan perjumpaan dengan Tuhan secara lebih nyata dan otentik. Selama tiga hari, 14–16 Agustus 2026, Cordisian dari Jakarta, Keuskupan Agung Semarang, Papua, Kalimantan Utara, hingga Malaysia berkumpul di The Highland Park Resort, Bogor.


Datang sebagai Murid, Bukan Sekadar Tamu

Hari pertama diisi dengan registrasi, makan malam, dan fellowship yang penuh tawa. Setiap kelompok menunjukkan kreativitas mereka lewat tarian dan lagu Setinggi-tingginya Langit Remix.


Seru? Jelas.

Tapi DC Camp tidak berhenti di keseruan.


Hari kedua dimulai dengan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Romo Aris Sihotang. Salah satu pesannya menantang:

“Apakah saat saya altruis, saya juga egois?”

Sebuah pertanyaan yang mungkin terdengar sederhana, tetapi diam-diam menusuk.

Sebab mengikuti Tuhan bukan hanya soal hadir dalam kegiatan rohani. Bukan hanya datang, makan, lalu pulang.

“Kalau kita hanya datang, makan, pulang, mungkin kita bukan murid Tuhan. Hanya tamu.”

Maka DC Camp menjadi ruang untuk bertanya lebih jauh:

Aku sebenarnya hadir sebagai siapa dalam hidup ini?


Belajar dari Lapangan

Setelah sesi pagi, saatnya turun ke lapangan. Matahari Bogor mungkin sedang tidak mau berkompromi. Tapi semangat Cordisian justru semakin panas. Kelompok-kelompok dengan nama kerajaan Nusantara seperti Tidore, Mataram, Tarumanegara, dan lainnya berkompetisi dalam berbagai permainan. Ada yang harus berjalan bersama menggunakan karung, menyusun strategi, sampai membuat kostum prajurit dari koran, bubble wrap, isolasi, dan apa pun yang bisa ditemukan. Tapi di balik semua tawa dan kompetisi, ada satu hal yang sedang dilatih: bagaimana setiap orang mengambil bagian.


Karena menjadi murid Kristus juga berarti berani bergerak, bekerja sama, mengambil tanggung jawab, dan tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan.


Lalu, Kita Diajak Berhadapan dengan Luka

Jika pagi dan siang dipenuhi energi, malam membawa suasana yang berbeda.

Dalam sesi ketiga, Cordisian diminta menuliskan satu nama. Bukan nama orang yang paling kita sayangi. Tetapi nama seseorang yang pernah menyakiti kita—dan mungkin sampai hari ini, lukanya masih terasa. Satu per satu nama ditempelkan pada sebuah papan.


Kemudian papan itu dibuka.


Di balik semua nama itu ternyata ada gambar Hati Mahakudus Yesus.

Pesannya sederhana, tetapi mungkin menjadi salah satu pesan paling sulit untuk diterima:

“Tuhan sayang kita semua, tapi Tuhan juga sayang sama orang-orang yang menyakiti kita. Mereka juga ada di hati Tuhan.”

Tuhan tidak meminta kita berpura-pura bahwa kita tidak terluka. Ia justru mengajak kita membawa luka itu kepada-Nya, dan perlahan belajar melepaskan. Bukan karena luka itu tidak berarti.Tetapi karena kita tidak mau hidup selamanya di dalam luka itu.


Di sinilah tema DC Camp 2026 terasa semakin nyata:

“Thy Kingdom Come: Thy Heart.”

Ketika Kerajaan Allah datang, hati kita diajak untuk berubah.

Bukan lagi terus-menerus menyembah luka.

Bukan lagi hidup dari dendam.

Bukan lagi hanya menjadi pelengkap.

Tetapi belajar memiliki hati yang mampu mencintai, hadir, bertanggung jawab, mengampuni, dan mengambil bagian.


Pulang dengan Hati yang Baru

DC Camp kemudian ditutup dengan Misa Perutusan yang dipimpin oleh Romo Harry Yudanto. Dalam homilinya, ia membagikan sebuah puisi tentang cinta:

“Cinta itu bukan yang berdagang balas chat 24 jam atau bilang ‘I love you, aku kangen’, tapi yang mengingatkan bahwa kamu berharga dan hadir saat kamu tidak baik-baik saja.”

Mungkin inilah wajah kasih Tuhan yang ingin dibawa pulang oleh setiap Cordisian.

Tuhan yang hadir.

Tuhan yang memeluk.

Tuhan yang mengingatkan:

“Kamu berharga.”


Maka DC Camp 2026 bukan tentang tiga hari dua malam di Bogor.

Ini tentang apa yang terjadi setelah kita pulang. Apakah kita masih menjadi orang yang sama? Atau ada sesuatu dalam hati kita yang mulai berubah? Sebab pada akhirnya, Thy Kingdom Come bukan hanya doa agar Kerajaan Allah datang.

Ia juga merupakan undangan: “Tuhan, biarlah hati-Mu tinggal dalam hatiku.”

Dan mungkin, Kerajaan Allah mulai hadir bukan ketika dunia di sekitar kita berubah.

Tetapi ketika hati kita mulai menyerupai hati-Nya.



Penulis: Elva - DC Jakarta

Editor: Tasia - DC Jakarta

 
 
 

5 Komentar


modivoz
sehari yang lalu

야간 시간대를 활용하고 싶다면 본인의 생활 리듬과 가능한 근무 시간을 먼저 정하는 것이 좋겠습니다. 중간에 정보를 살펴보면 다양한 업무와 근무 조건을 비교하기 밤알바 편리합니다. 일정과 맞지 않는 공고를 걸러내고 원하는 시간대와 업무 형태를 기준으로 선택할 수 있다는 점에서 구직에 유용한 정보가 될 것 같습니다.

Suka

modivoz
2 hari yang lalu

일을 선택할 때는 급여뿐 아니라 실제 근무 환경과 시간대까지 꼼꼼히 확인하는 것이 중요합니다. 저녁 시간을 활용하고 싶은 분들에게 적합한 선택지가 밤알바 될 수 있으며, 근무 요일과 휴식 시간까지 비교하면 자신의 생활 패턴에 맞춰 더욱 현실적으로 계획할 수 있습니다.

Suka

modivoz
3 hari yang lalu

바쁜 일정 속에서 여유를 확보하려면 이동 시간과 예약 대기 시간을 함께 고려하는 것이 유용합니다. 장소 이동을 줄이는 대안이 될 수 있지만, 이용 전에는 업체의 출장마사지 신뢰도와 서비스 범위, 요금 및 취소 조건을 살펴보고 충분한 정보를 바탕으로 선택하는 것이 좋습니다.

Suka

modivoz
03 Okt

하루 동안 쌓인 피로를 풀기 위해 무리하게 외출할 필요 없이 편안한 공간에서 관리를 받을 수 있어 좋았습니다. 출장마사지 시간과 장소를 효율적으로 활용할 수 있고, 어깨나 허리처럼 자주 긴장되는 부위를 편안하게 관리하는 데 도움이 되어 일상적인 휴식 방법으로 괜찮았습니다.

Suka

modivoz
02 Okt

온라인에서 소규모 결제가 필요한 상황에 여러 선택지를 갖추고 있으면 이용 과정이 한층 편리해집니다. 소액결제 간단한 인증과 결제 절차를 활용할 수 있다는 장점이 있지만, 자신의 소비 계획을 고려해 필요한 범위에서만 이용하고 결제 내역을 확인하는 것이 좋습니다.

Suka

Hubungi Kami

DOMUS CORDIS (DC)
 

adalah komunitas yang menginspirasi orang muda untuk mengubah dunia di dalam Kristus. Komunitas DC berdomisili di Jakarta, Semarang dan Sydney.

 

DC Jakarta tergabung dalam Pertemuan Mitra Kategorial (Pemikat) di Keuskupan Agung Jakarta, dengan Moderator Romo Stevanus Harry Yudanto Pr. 

​

Domus Cordis di berbagai lokasi tetap berada di bawah otoritas Gereja Katolik atau keuskupan setempat. 

​​

Hubungi kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Tujuan: Required

Terima kasih.

ALAMAT

Yayasan Domus Cordis

Wisma Argo Manunggal

Jl. Let. Jend. Gatot Soebroto Kav. 22, 

Jakarta 12930

Indonesia

WHATSAPP

+62 812 1997 7328

DC Jakarta

DC Semarang

+62 815 1120 8000

EMAIL

bottom of page