top of page

Dinamika Calon Pewarta Teologi Tubuh di Domus Cordis

1 hari yang lalu
2 menit membaca

Bayangkan kamu diminta berbicara di depan anak-anak muda yang yakin tidak ingin punya anak. Atau di depan komunitas yang mendukung pernikahan sesama jenis. Atau di depan remaja yang percaya gender itu cair. Apa yang akan kamu katakan? Dan yang lebih sulit: bagaimana supaya mereka mau mendengarkan?


Inilah soal ujian akhir kelas lanjutan Teologi Tubuh (TOB) Domus Cordis. Tujuh peserta tidak diminta menghafal teori. Mereka memilih satu audiens nyata, lalu menyiapkan talk untuk mereka.



Apa itu TOB?

TOB adalah rangkaian 129 audiensi umum St. Yohanes Paulus II setiap hari Rabu, dari tahun 1979 sampai 1984. Intinya: tubuh bukan sekadar cangkang atau pajangan, melainkan bahasa kasih yang menyatakan siapa kita dan untuk apa kita diciptakan, yaitu untuk mengasihi dan dikasihi. Maka setiap orang, apa pun pergumulannya, memiliki martabat yang tidak bisa dicabut.



Tujuh audiens, tujuh tantangan

Peserta memilih satu dari tujuh skenario: generasi Z yang memilih child free, pasangan muda yang menempuh berbagai cara demi punya anak, komunitas yang mendukung pernikahan sesama jenis, pasangan LGBT yang ingin memiliki anak lewat rahim pinjaman atau donor, remaja yang mendukung transgenderisme atau percaya pada SOGIE, dan komunitas disabilitas yang perlu mendengar bahwa tubuh mereka baik dan memancarkan citra Allah.


Tidak mudah. Peserta harus mendengarkan sebelum berbicara, memakai bahasa yang dimengerti audiensnya, dan menyampaikan ajaran Gereja dengan kasih, bukan dengan menghakimi.


Dilatih selama 20 minggu

Setiap pertemuan dua jam: satu jam mendengar narasumber, satu jam berlatih membawakannya. Mereka juga diutus mewartakan TOB kepada 10 orang yang mereka temui. Dari sembilan peserta awal, tujuh bertahan sampai akhir.


Selama 5 bulan ikut TOB Advance ini, banyak materi yang cukup menantang, tapi tetap seru dan menyenangkan. Banyak Insight dan hal baru yang saya dapat selama prosesnya. Senang banget bisa melewati semuanya sampai akhirnya lulus! Devi Natalia


Kata orang kalau mau cepat belajar sesuatu, coba sambil ngajarin ke orang lain. Kelas Advance TOB ini kombinasi yang sempurna sih buat belajar, dan latihan mengajarkannya lagi di lingkungan yang suportif dan kondusif. 6 bulan mengikuti Kelas Advance TOB, saya kembali diingatkan mengenai makna-makna terdalam dari Tubuh kita, banyak merenungkan cerita-cerita hidup saya, dan sambil jatuh bangun berusaha menghidupkan makna kasih kembali dalam tubuh saya untuk belajar menginspirasikannya ke orang lain lagi.

Kevin Andrean


Seneng bisa belajar bareng sama temen2 yg memang mau mewartakan TOB. Selama kelas gw merasa dikasih feedback yang positif & bisa memperkaya bagaimana gw deliver bahan2 TOB. Bisa latihan dan prepare juga kalau nanti harus ketemu dgn audience tertentu. So, perjalanan beberapa bulan ini sungguh insightful. Lia Wiyana


Bersyukur banget bisa ikut kelas pewartaan TOB bersama Domus Cordis. Lewat proses belajar mewartakan, saya justru semakin memahami misteri Allah yang diwujudkan lewat tubuh manusia. Kami ditantang untuk menerjemahkan konsep-konsep TOB yang mendalam menjadi pesan yang sederhana dan relevan, dengan harapan dapat menginspirasi orang muda untuk menghidupi tubuh dan seksualitasnya sebagai sesuatu yang indah, baik dan bermakna. Can’t wait to share the Good News of TOB and help others discover the same freedom and beauty that it has brought into my own life. Marcella Suwandhi


Mari Terlibat

Kini tujuh orang ini siap hadir di tengah komunitas. Ingin mereka membawakan sesi TOB di sekolah atau paroki kamu? Undang Domus Cordis. Ingin menyiapkan lebih banyak pembawa TOB? Dukunganmu membuka jalan bagi angkatan berikutnya.



 
 
 

Komentar


Hubungi Kami

DOMUS CORDIS (DC)
 

adalah komunitas yang menginspirasi orang muda untuk mengubah dunia di dalam Kristus. Komunitas DC berdomisili di Jakarta, Semarang dan Sydney.

 

DC Jakarta tergabung dalam Pertemuan Mitra Kategorial (Pemikat) di Keuskupan Agung Jakarta, dengan Moderator Romo Stevanus Harry Yudanto Pr. 

​

Domus Cordis di berbagai lokasi tetap berada di bawah otoritas Gereja Katolik atau keuskupan setempat. 

​​

Hubungi kami untuk ikut menginspirasi orang muda

demi dunia yang lebih baik di dalam Kristus.

Tujuan: Required

Terima kasih.

ALAMAT

Yayasan Domus Cordis

Wisma Argo Manunggal

Jl. Let. Jend. Gatot Soebroto Kav. 22, 

Jakarta 12930

Indonesia

WHATSAPP

+62 812 1997 7328

DC Jakarta

DC Semarang

+62 815 1120 8000

EMAIL

bottom of page