Apakah Kamu Siap Pacaran?

Diperbarui: 18 Apr

“Apakah Kamu Siap Pacaran?”

"Siap tidak nih?"


Itulah tema yang diangkat untuk Kelas Krismapedia (KK) ke-18, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Februari 2022. Kegiatan dimulai dengan games, plus disediakan hadiah menarik bagi yang beruntung. Kelas Krismapedia kali ini dipandu oleh Kak Adri dan Kak Stevani sebagai MC dengan gaya yang sangat kocak dan seru.

Narasumber KK 18 adalah pasangan suami istri Kak Riko dan Kak Lia. Kak Riko adalah seorang wirausahawan yang udah lama melayani Tuhan. Beliau juga yang mendirikan komunitas Domus Cordis. Hobi Kak Riko unik loh, yaitu minum kopi, balesin email, dan like-in foto istrinya di media sosial. Narasumber berikutnya yaitu Kak Lia, yang adalah seorang dokter dan penulis. Kak Lia sudah menulis beberapa buku. Salah satu bukunya adalah Wake Up Princess. Selain itu, ia juga seorang pengajar Teologi Tubuh. Hobi Kak Lia adalah travelling, minum kopi dan makan bakmi. Mereka tinggal di Jakarta bersama 3 ekor anjing mereka.


Selama acara ini peserta diajak untuk merefleksikan siapkah untuk pacaran? Cinta itu harus bertanggung jawab, bukan cuma emosi, tapi juga sungguh-sungguh menunjukkan tanggung jawab untuk orang yang dicintai. Kalau zaman sekarang, terkadang dalam berpacaran yang penting suka, yaitu fokus pada perasaan, padahal pacaran bukan sebatas perasaan, cinta juga itu butuh modal seperti uang, juga tanggung jawab.


Tujuan pacaran tuh balik ke diri sendiri. Pacaran itu suatu keputusan untuk memulai hubungan dengan kemungkinan menuju pernikahan. Menurut Kak Lia, bagi remaja umur 15 tahunan, mungkin sulit mengerti mengenai pacaran untuk menuju pernikahan. Mereka berpacaran lebih untuk membagi cerita, menghabiskan waktu dimasa muda. Nah.. pengertian ini menunjukkan bahwa mereka belum siap untuk berpacaran.

Gimana kalau kita suka banget? Haruskah kita memulai pacaran?

Menurut Kak Riko, siap berpacaran harus memenuhi 3 syarat ini: Pertama, kita sudah tahu tujuan dan nilai-nilai kita seturut iman. Sering kali kita mementingkan perasaan daripada akal sehat kita. Kedua, bisa membuat keputusan hidup yang bertanggung jawab. Ketiga, mampu mencintai dengan sehat. Kalau sudah memenuhi 3 syarat ini, sudah dipastikan siap memulai pacaran. Sedangkan menurut Kak Lia, perasaan itu sesuatu yang sulit dikendalikan. Ada studi yang mengatakan, perasaan yang bergejolak biasanya hanya bertahan 6 bulan, dan sisanya adalah komitmen dan janji-janji. Kak Lia juga menambahkan berdasarkan pengalamannya, masa muda harusnya bisa digunakan untuk memikirkan masa depan kita, meluangkan waktu untuk hal-hal positif, mencoba hal baru, belajar dan bergaul. Pergunakan waktu sebaik mungkin.

Gimana hubungan yang sehat menurut sesuai ajaran Agama?

Menjadikan Kristus sebagai pusat relasi kita. Kalau beda agama akan ribet, makanya diusahakan mencari yang seiman, sehingga bisa melakukan kegiatan bersama. Contohnya: pergi ke gereja bareng setiap hari minggu, saling mengingatkan untuk puasa dan pantang di masa PraPaskah, dan banyak lagi. Jangan lupa, luangkan waktu juga dengan sahabat-sahabat. Seringkali kita kalo udah punya pacar selalu mementingkan pacaran dan melupakan sahabat. Padahal, hubungan yang baik itu melibatkan sahabat-sahabat kita supaya hubungan kita menjadi berkat bagi orang lain.


Jadi…, apakah kamu siap pacaran?


Ikuti Kelas Krimapedia bulan Maret 2022. Tentu saja dengan topik-topik lainnya yang menarik. Nantikan infonya di Instagram @krismapedia. Tuhan memberkati.


Penulis: Steffi Lewinsky Tambunan (DC Jakarta - Teen Cordisian)

Editor: Ermelinda (DC Jakarta - Gioia)


50 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua