Berkomunitas Itu Penting Lho!

Diperbarui: Sep 1


Perkenalkan nama saya Stephanus Karsiyo dari paroki Bojong Indah - Gereja Katolik Santo Thomas Rasul di Jakarta Barat. Saya orang tua dari Maria Ika (18 tahun) yang mengikuti Program Pendampingan Remaja Domus Cordis. Puji Tuhan, Ika telah menyelesaikan program dan baru memulai kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).


Sejak masih di Sekolah Dasar (SD) Ika sudah aktif dalam kegiatan Gereja, seperti mengikuti Bina Iman Anak (BIA), menjadi anggota Misdinar, berlanjut mengikuti Bina Iman Remaja (BIR), dan masuk di kegiatan OMK.


Sejak di SD itulah, Ika sudah ikut dalam program Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK) Sathora, dan melalui program tersebut mendapat rekomendasi untuk mengikuti Program Pendampingan Iman di Komunitas Domus Cordis. Waktu itu Ika bersama 4 temannya mengikuti tes terlebih dahulu di Paroki kami, dan Puji Tuhan, mereka semua bisa lolos. Mulai tahun 2016 anak kami mulai masuk dan mengikuti Program Pendampingan Remaja Domus Cordis.


Sebagai orang tua yang notabene kurang mampu, saya selalu mengucap syukur atas apa yang boleh kami alami terutama buat anak kami (yang mungkin tidak bisa kami lakukan buatnya). Jika diperhatikan dari awal, anak saya sebenarnya sudah belajar masuk dalam kehidupan berorganisasi dan berdinamika dalam sebuah komunitas.


Selama 5 tahun (2016-2021) bergabung di Komunitas Domus Cordis, Maria Ika boleh bertemu dengan teman-teman dari Paroki lain dalam suasana penuh kebersamaan dan saling menguatkan satu dengan yang lain. Saya merasakan iman anak semakin bertumbuh dan semakin bisa hidup disiplin dalam mendekatkan diri dan berkomunikasi dengan Tuhan. Lebih dewasa dalam bersikap, walaupun belum sepenuhnya, tapi saya yakin semua yang Ika dapatkan selama menjadi Teen Cordisian akan membuat hidupnya semakin kuat, selalu bersandar kepada kuasa Tuhan.


Bagi saya pribadi, adalah sebuah hal baru manakala orang tua dari Teen Cordisian mengikuti rekoleksi setiap tahun di awal ajaran baru. Sudah 3 kali saya mengikuti acara ini, dan sangat berkesan sekali, dimana kita bisa saling berkenalan penuh kehangatan dalam Kasih Tuhan. Setiap sesi acara sangat menarik dan menguatkan iman kita. Interaksi antar orang tua dan kakak pendamping semakin menambah keakraban di antara kami.


Saat rekoleksi berakhir, pada saat kami mau pulang ke rumah masing-masing, kami saling berkata: “Sampai Tahun Depan yaa..”, sungguh sesuatu yang penuh harapan. Terima kasih atas semua yang boleh kita alami.


Tetapi setelah Pandemi Covid 19 melanda, kita tidak bisa berbuat banyak, tapi kita tetap bersyukur masih bisa say hello via Medsos, baik di Grup maupun japri. Saling menguatkan dan satu dalam doa, semoga iman kita selalu dikuatkan dalam situasi sekarang ini. Amin.


Pada akhirnya, ucapan terima kasih kami kepada ASAK Paroki Sathora (http://ayosekolah.org/site/sathora), yang dengan penuh ketulusan memberikan segala sesuatu kepada kami.


Terima kasih banyak kepada seluruh kakak pendamping juga orang tua asuh di Komunitas Domus Cordis. Terima kasih atas setiap berkat yang boleh kami alami selama 5 tahun. Semua yang didapatkan di sini akan menjadi bekal dan pengalaman iman dalam hidup anak kami, menguatkan dan selalu mendorong untuk hidup di dalam sebuah komunitas, karena itu adalah sebuah PROSES.



Saya ingat kata-kata Kak Renaldo yang menjadi Head of Gembala di Teen Cordisian, “Penting Berkomunitas dalam Hidup kita!”

Semoga Tuhan selalu berikan kesehatan dan berkat bagi kakak-kakak pendamping di Domus Cordis, dan sukses bagi anak kami. Amin


Berkah Dalem.


Penulis: Stephanus Karsiyo

Editor: Maria Anastasia - DC Jakarta (Salve Regina)

14 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua