Bunga untuk Bunda Maria

Memasuki bulan Maria yaitu bulan Mei, program Rose for Hope 2022 kembali hadir. Dengan membeli mawar seharga Rp 20.000 per tangkai, umat bisa mempersembahkan bunga mawar untuk Bunda Maria sekaligus menitipkan intensi yang didoakan oleh Flamma Cordis (Tim Doa Domus Cordis). Rose for Hope 2022 kali ini bekerjasama dengan Domus Cordis Keuskupan Agung Semarang (DC KAS). Bunga-bunga mawar tersebut dipersembahkan secara langsung di 9 Goa Maria di Jawa Tengah pada tanggal 21-22 Mei 2022. Lokasinya antara lain Goa Maria Kerep di Ambarawa, Goa Maria Pereng Getasan dan Goa Maria Rosa Mystica di Salatiga, Taman Doa Alpha Omega, Goa Maria Bunda Pemersatu, dan Goa Maria Mojosongo di Solo, Goa Maria Taro Anggro di Wonosobo, Taman Doa Maria Ratuning Katentreman lan Karaharjan di Magelang, dan Goa Maria Sendangsono di Yogyakarta.


Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri untuk DC KAS karena pelaksanaan Rose for Hope 2022 ini menjadi project perdana kami sebagai satu tim. Tentunya kami sangat excited, namun juga tidak lepas dari berbagai macam kehawatiran, terutama untuk aku yang ditunjuk menjadi PIC untuk tim Semarang. Kebiasaanku ketika diberikan sebuah tanggung jawab adalah menolak dan rendah diri karena merasa tidak pantas dan tidak mampu. Namun entah kenapa aku langsung berkata iya dan ada ketenangan yang hadir di dalam hati.


Untuk project ini, kami dibagi menjadi 3 tim, yaitu untuk kota Semarang, Solo, dan Parakan. Tim Semarang sendiri ada 4 orang dari DC KAS, dan kami dibantu oleh (awalnya) 5 orang volunteer dari DCX Semarang. Karena jumlah kami yang lebih dari cukup dibanding tim Solo dan tim Parakan, maka tidak ada lagi tim dari DC yang akan membantu. Maka satu-satunya kekhawatiran yang aku pikirkan saat itu adalah bahwa tidak ada gembala ataupun dari tim dari Jakarta yang akan mendampingi, sehingga aku betul-betul harus menjalankan project ini dengan baik.


Mendekati hari H, salah satu volunteer memberi kabar bahwa ia baru bisa bergabung setelah jam makan siang, dan di H-1, satu volunteer yang lain tidak bisa bergabung sama sekali. Saat itu, Fenny yang adalah istri dari Head of DC KAS langsung mengingatkan kalau aku harus siap ketika pada akhirnya kami hanya tinggal ber-4 (hanya tim DC KAS). Walaupun saat itu aku sangat tidak enak hati (karena takut volunteer lain akan batal ikut juga), tapi entah kenapa aku yakin menjawab “it’s okay Fenny, aku yakin tetap bisa.” Di Whatsapp grup tim Semarang pun aku sempat tulis: “Teman-teman, minta tolong untuk bantu doa ya agar acara kita lancar. Percayalah kuasa doa sangat luar biasa.”


Setelah klik tombol send, aku merasa sangat heran pada diriku sendiri karena doa rutin bukanlah keseharianku. Tapi dengan adanya rosario bersama setiap hari mendekati hari H (walaupun aku tidak setiap hari bisa ikut), hatiku menjadi semakin tenang dan yakin kalau Bunda Maria pasti happy karena melihat anak-anakNya sungguh-sungguh berusaha untuk memuliakanNya. Ternyata benar bahwa semua dilancarkan. Aku melihat semua orang bekerja keras, bahkan Tuhan memberi kami mama Yessi sebagai ganti volunteer yang tidak bisa hadir. Fenny pun tetap jaga dan bantu kami dari jauh. Walaupun kami sedikit kewalahan karena begitu banyak mawar yang harus kami kerjakan (total 820 bunga), dan ada beberapa masalah teknis disana-sini, namun kami berhasil menyelesaikan semuanya sesuai time schedule yang sudah direncanakan. Perjalanan kami lancar. Tuhan juga memberi kami bonus cuaca yg luar biasa cerah, dan hujan turun dengan derasnya tepat saat kami selesai mengunjungi gua Maria yang terakhir.

Pada hari Minggu ketika mengikuti live rosario bersama anak-anak Teen Cordisian di Sendangsono dari rumah, aku juga merasa sangat terharu. Selain karena project ini adalah untuk Bunda Maria (sosok yang sangat aku hormati), dana yang kami kumpulkan adalah untuk kepentingan program pendampingan Teen Cordisian, dimana berkat itu mengalir untuk sesama dan orang banyak.

Aku yakin ketika niat dan tujuan kita baik, apalagi apabila itu untuk Tuhan dan sesama, maka hasilnya pasti akan baik pula. Aku sadar kalau setiap kali aku meragukan diri sendiri (yang berarti aku juga meragukan Tuhan), Tuhan selalu menunjukkan diriNya dan menghapus semua hal buruk yang aku pikirkan, dengan mencurahkan berkatNya tanpa henti. Walaupun aku tidak percaya pada diri sendiri, tapi aku sadar bahwa alasan aku sangat tenang adalah karena aku percaya pada teman-teman DC KAS: Yessi, Inggrid dan April, dan lebih dari itu, aku tahu bahwa gembala dan teman-teman satu tim juga mempercayaiku. Aku juga besyukur untuk teman-teman volunteer DCX Semarang yang baik hati: Johanna, Petrus, Ellen, dan JA.


Semua yang kami lakukan hanyalah demi kemuliaan Allah dan Bunda Maria yang lebih besar. Aku merasa beruntung bisa menjadi salah satu bagian dari project ini.


Terima kasih untuk pemberian diri kita semua melalui project ini, Tuhan memberkati! :)


Penulis: Melsa - (DC Semarang - Missio Dei)

Editor: Tasia - (DC Jakarta - Salve Regina)


8 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua