Di Balik Program Rose for Hope

Diperbarui: 2 Nov

Pengalaman melayani adalah sebuah pengalaman yang berharga. Apalagi sebagai murid Kristus, kita diundang untuk semakin serupa dengan Kristus, yang datang ke dunia untuk melayani (Matius 20:28). Anggota komunitas Domus Cordis pun diajak untuk keluar dari diri sendiri dan melayani Tuhan dan sesama, melalui berbagai kesempatan yang ada. Salah satunya adalah melalui program Rose for Hope.


Apa saja sih yang dialami teman-teman saat melayani di Rose for Hope? Berikut ini ada dua teman yang bermurah hati berbagi cerita selama menjalani program ini:


1. Cerita Jefry - DCX Medan


Keterlibatan dalam Rose for Hope kali ini sangat di luar ekspektasi. Apalagi DC Mission Medan sebenarnya belum benar-benar terbentuk. Ketika ditawari sebagai salah satu tempat untuk mempersembahkan bunga, keraguan adalah kata yang tepat yang menggambarkan perasaan kami. Ada rasa takut juga menghadapi tantangan apabila dalam proses merangkai bunga ternyata berantakan dan akan mengecewakan. Apalagi ada amanat doa yang dititipkan melalui setiap tangkai bunga yang dirangkai, plus tidak ada teman yang berpengalaman dalam merangkai bunga.

Namun, dengan rahmat Tuhan, akhirnya kami memberanikan diri untuk berkata IYA untuk merangkai 200 tangkai bunga.

Tantangan pertama yang dihadapi adalah pada proses pemesanan bunga. Mau pesan ke siapa ya? Kami sama sekali tidak punya rekanan tempat penjualan bunga.


Satu waktu saat saya scroll Instagram, ada muncul postingan teman yang lagi memegang bunga mawar. Saat itu juga, saya langsung tanya informasi tempat pembelian bunga tersebut. Puji Tuhan, ternyata toko yang menjual bunga itu juga kenalan saya sewaktu kuliah dulu. Akhirnya, dia menyanggupi untuk menyediakan 200 tangkai bunga mawar. Puji Tuhan!



Lalu, tim DCX Medan menjadwalkan kegiatan merangkai bunga dan meletakkannya di hari Sabtu, 22 Oktober 2022. Tapiiiii... hati kebat-kebit juga. Beberapa hari mendekati hari H, setiap malam kota Medan selalu dikunjungi hujan dan bahkan hujan masih terus turun hingga Jumat malam. Mulailah kekhawatiran muncul. Bagaimana nih kalau hujan terus? Doanya nanti gimana ya? Jangan sampai setelah kegiatan ini selesai, teman-teman malah sakit karena kehujanan.


Namun luar biasanya adalah pada hari Sabtu, 22 Oktober 2022, menjelang siang hari, hujan berhenti. Matahari muncul tetapi tidak terlalu terik. Suasana teduh. Seolah Tuhan menjaga kami semua agar tidak kehujanan ataupun kepanasan. Memang Tuhan baik banget. Akhirnya, bunga-bunga selesai diletakkan dan doa pun dipanjatkan. Penyertaan Tuhan sungguh sangat besar bagi kami semua di kegiatan ini.


2. Cerita IS - DC Jakarta

Dalam pelayanan kali ini aku dapat banyak banget pengalaman dan pelajaran berharga baik secara teknis maupun pengalaman rohani yang membuat aku menjadi lebih terbuka untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satunya, aku diingatkan untuk percaya, setia, dan mengandalkan Tuhan dalam hal apapun termasuk saat aku merasa doaku tidak dikabulkan.


Jadi, dalam karya pelayanan di Domus Cordis, kita tidak hanya bersama-sama melakukan hal-hal yang sifatnya teknis, tapi kita juga berdoa bersama untuk saling menguatkan dan mohon rahmat serta tuntunan-Nya. Nggak hanya itu, dengan berdoa dan menyerahkan kembali semua pekerjaan yang sudah dilakukan kepada Tuhan, membawa kedamaian buat aku pribadi karena semuanya kembali ke satu tujuan yaitu untuk kemuliaan Tuhan.


Dari pengalaman ini, secara tidak langsung berdampak ke kehidupanku sehari-hari dimana aku jadi belajar untuk berpikiran lebih positif, terbuka terhadap perbedaan, masukan dan pendapat orang lain, dan tentunya belajar menjadi lebih sabar. 😊


Kebesaran Tuhan

Begitulah cerita teman-teman yang melayani. Memang saat kita bekerja di ladang Tuhan, pada akhirnya kita selalu terkagum-kagum dengan apa yang Tuhan lakukan. Ia hanya menghendaki kita untuk berkata IYA dan berusaha melakukan yang terbaik. Sisanya justru memang Tuhan yang selalu menunjukkan kemuliaanNya, yang membuat kita terkagum-kagum setelah melewati semuanya (Note: Saat menjalani prosesnya sih tidak gampang: gesekan satu sama lain, miskomunikasi, dll adalah hal biasa yang dialami. Tetapi tetap saja, murid Kristus nggak akan mudah menyerah).


Kontributor: Jefry - DCX Medan dan IS - DC Jakarta

Editor: Tasia - DC Jakarta



29 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua