Inspire Planted Series: Water The Seed

Diperbarui: 9 Mar

Proses pertumbuhan itu berat!

Kita tahu bahwa anak bayi bertumbuh setiap harinya. Setiap proses perlu dilalui supaya bayi itu bisa menjadi anak yang sehat. Bayi perlu tummy time untuk melatih otot lehernya yang kelak ia perlukan untuk duduk tegak, supaya kelak ia juga bisa makan. Bayi perlu belajar merangkak sebelum ia berjalan dan berlari untuk melatih kognisi dan koordinasi alat geraknya. Tumbuhan yang ditanam juga memiliki prosesnya tersendiri. Kita sebagai orang dewasa juga masih terus mengalami proses-proses ini setiap harinya.


Setelah membahas mengenai perumpamaan kita sebagai biji yang ditanam, dalam Inspire bulan Maret ini Riko mengangkat ayat dari Mazmur 37 sehubungan dengan proses pertumbuhan kita. Dikatakan bahwa Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang berkenan pada-Nya. Biji yang ditanam akan tumbuh dengan melalui proses tertentu, di mana kulitnya akan pecah, disusul dengan akar yang mulai tumbuh, hingga tanaman itu muncul di atas permukaan tanah. Kita pun demikian. Dalam proses pertumbuhan kita, akan ada langkah-langkah yang perlu kita lalui.


Sebagai manusia, kita seringkali tidak sabar dengan proses yang terjadi. Kita ingin tujuan kita segera tercapai, doa kita segera terkabul. Padahal, yang terjadi adalah Tuhan sedang memroses kita untuk menerima berkat-berkat yang baik, yang datang dari-Nya. Prosesnya seringkali tidak menyenangkan. Tapi Riko mengingatkan, dalam Mazmur 126 dikatakan bahwa orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih akan menuai dengan sorak-sorai. Berjalan sambil menangis tentu saja tidak enak, tapi terkadang, itu adalah proses yang harus kita lalui supaya kita bisa menuai benih yang kita tabur, dengan sukacita.


Tapi ketika proses pertumbuhan itu begitu berat, apa yang bisa kita lakukan?

Benih yang ditanam perlu disiram supaya tidak kering dan mampu terus bertumbuh. Pohon yang ditanam di tepi aliran air akan tumbuh dan berbuah dengan subur. Dalam kepercayaan Yahudi, air yang mengalir adalah air yang mengandung kehidupan. Di sisi lain, Yesus sendiri menawarkan air kehidupan ketika Ia bertemu dengan seorang wanita Samaria (Yohanes 4: 10-16).


Yesus mengajak kita semua untuk mendekat kepada-Nya, Sang Sumber Air Hidup, supaya kita tidak kering dan mampu terus bertumbuh. Berita baiknya adalah air kehidupan ini sudah dicurahkan kepada kita dalam Sakramen Baptis yang sudah kita terima.


Dalam Katekismus Gereja Katolik, dikatakan bahwa Sakramen Baptis memampukan kita untuk menumbuhkan kepercayaan, pengharapan, dan cinta kepada Tuhan. Sakramen Baptis juga memberikan kekuatan untuk berkarya sesuai tuntunan Roh Kudus dan bertumbuh dalam kebaikan sepanjang hidup kita. Karena itu, ketika proses pertumbuhan yang sedang kita lalui terasa sangat sulit, marilah kita mengingat kembali rahmat baptisan yang sudah kita terima, dan mendekat pada Sang Sumber Air Hidup.


Sampai bertemu lagi di Inspire Planted Series bulan April!



Penulis: Maria Aufa

Editor: Anastasia Avi

20 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua