top of page

Kerja Bareng Tuhan, Bisa?

Karena di bulan Mei ini kita merayakan bulan Maria, rasanya cukup banyak acara yang diadakan. Kalau kita lihat timeline media sosial kita masing-masing, mungkin ada acara ziarah, pengumpulan dana, seminar, atau acara-acara lainnya. Dalam setiap acara ini, tentunya ada seorang ketua penyelenggara yang bertanggung jawab atas keseluruhan proses acara.


Dalam proses pembuatan suatu acara, seorang ketua penyelenggara memulai dengan membuat tujuan acara. Setelah itu, ia akan merekrut timnya sesuai dengan job description yang diperlukan dan memberikan pelatihan yang sesuai juga. Setelah persiapan tim selesai, barulah acara bisa dimulai.


Dalam Inspire bulan ini, Riko memberikan perumpamaan di atas untuk menjelaskan mengenai penyelenggaraan Tuhan. Tuhan adalah ketua penyelenggara yang memiliki tujuan supaya kita semua bisa menikmati kehidupan kekal. Kita adalah tim yang dipanggil Tuhan sesuai dengan job description masing-masing. Karena itu, kita juga diajak untuk terus bekerja sama dengan Tuhan dalam “acara” ini.



Hal yang mungkin menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cara kita bekerja sama dengan Tuhan? Menurut Riko, salah satunya tentu dengan berdoa. Menurut Katekismus Gereja Katolik, doa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan. Dalam perumpamaan mengenai penyelenggaraan acara, tentu hal ini serupa dengan anggota tim yang berbicara kepada ketuanya. Ketika kita menyiapkan tugas divisi kita, tentunya kita perlu terus berkoordinasi dan melaporkannya kepada ketua penyelenggara. Kita mungkin tidak sepenuhnya tahu apa yang terjadi pada divisi lain, namun ketua penyelenggara tahu semuanya. Apalagi ketika kita menghadapi masalah dalam bekerja. Kita pasti akan langsung meminta bantuan kepada ketua kita.


Sama seperti ketua penyelenggara yang mungkin tidak akan langsung mengubah sesuatu hanya karena kita mengalami kesulitan, Tuhan juga mungkin tidak akan langsung mengabulkan doa kita. Mungkin yang kita dapatkan dari obrolan dengan ketua penyelenggara adalah solusi bagi diri kita sendiri atau situasi kecil yang sedang kita hadapi, bukan tujuan besar dari acara itu. Bukan pula kondisi divisi lain. Akan tetapi, kita tetap diajak untuk bekerja bersama Tuhan dan menjadi secondary cause dari suatu kebaikan.


Terkadang, mungkin kita enggan untuk berdiskusi dengan ketua kita. Mungkin kita merasa malas, merasa kesulitan itu terlalu besar, atau karena hal-hal lainnya. Dalam doa, kita pun seringkali mengalami rasa enggan ini. Menurut Katekismus, ada tiga hal yang biasanya menjadi tantangan bagi kita dalam berdoa. Yang pertama adalah akibat kekeringan rohani, di mana hal ini bisa menjadi sarana pertumbuhan iman ataupun pertobatan bagi kita. Kemudian ada rasa kurang iman dan masalah prioritas dalam keseharian kita. Selain itu, ada pula karena kejenuhan akibat kekecewaan karena doa yang tidak terkabul. Ketiga hal ini juga mungkin kita hadapi ketika berinteraksi dengan ketua penyelenggara kita, tapi kita tahu bahwa acara ini tidak akan berjalan dengan lancar kalau kita tidak berusaha untuk meminta bantuan kepadanya, bukan?


Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk bertekun dalam doa kita. Kita adalah teman sekerja Tuhan, kita adalah timnya Tuhan. Perjuangan rohani kita tidak dapat dipisahkan dari perjuangan doa.


Sampai jumpa di Inspire selanjutnya!


Penulis: Aufa - Servi Dei

Editor: Avi - Sancta Gratia



27 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Commentaires


bottom of page