Latihan Kasih, Latihan Memberi

Diperbarui: Sep 1


Bulan Juli lalu, Inspire Jakarta telah membahas mengenai karya belas kasih di lihat dari sisi jasmani yang sudah dipraktekkan oleh Mas Erlip dan dr. Angela. Pada Inspire Jakarta bulan Agustus ini, kita membahas tentang karya belas kasih dari sisi rohani, yang dibawakan oleh Lia Ariefano dan Devi Natalia. Karya belas kasih rohani ini, bisa dilakukan dalam keseharian kita, meskipun mungkin saat ini kita belum bisa melakukan karya belas kasih jasmani.


Dari contoh karya belas kasih jasmani bulan lalu, kita tahu bahwa karya-karya ini memberikan kecukupan bagi orang lain secara jasmani, dengan demikian dapat dikatakan bahwa, karya belas kasih rohani adalah hal-hal yang dapat memberikan penghiburan atau pengembangan secara rohani bagi orang lain.

Dalam Gereja Katolik, kita mengenai tujuh karya belas kasih rohani yang diulas secara singkat dalam Inspire kali ini. Ketujuh karya belas kasih itu adalah:


1. Menasihati orang yang ragu

Kita tahu bahwa berada dalam keraguan itu rasanya terombang-ambing, tidak ada pegangan, tidak tahu arah dan tujuan. Mungkin itu sebabnya Gereja mengajarkan kita untuk memberikan nasihat dan arahan kepada orang yang meragukan kasih Tuhan, sehingga mereka tidak salah mengambil keputusan.


2. Mengajar orang yang tidak tahu

Sama seperti karya pertama, memberikan pengajaran dan pengarahan kepada orang lain termasuk mengenai belas kasih Tuhan, merupakan hal yang besar dan bermakna bagi penerimanya. Bahkan Tuhan Yesus dan para murid saja juga berkeliling untuk memberikan pengajaran dan mewartakan Injil kepada orang-orang yang belum tahu. Kita tidak perlu melakukan hal-hal besar untuk ini, tetapi juga hal-hal kecil melalui media sosial kita misalnya.


3. Menegur pendosa


Karya ini merupakan salah satu karya yang di masa kini menjadi blur maknanya. Di dunia yang menganggap semua orang bebas melakukan apapun “selama tidak merugikan orang lain” (campaign “my body my choice”, misalnya), menegur orang yang melakukan sesuatu yang kita tahu adalah salah merupakan hal yang sulit. Akan tetapi, Tuhan Yesus sendiri memberikan contoh bagaimana Ia melakukannya. Ia menunjukkan apa yang salah dan memberikan pengarahan dengan kasih, tanpa penghakiman, kepada orang yang berdosa.


4. Menghibur orang yang kesusahan atau menderita

Walaupun mungkin karya ini merupakan salah satu yang paling mudah dan sering kita lakukan, Tuhan Yesus memberikan contoh dan menetapkan standar yang lebih tinggi, lho. Kita bisa lihat contoh Tuhan ketika Ia menghibur orang-orang yang menangis ketika Ia memanggul salib. Ia tetap memberikan penghiburan, bahkan ketika Ia sendiri sedang menderita.


5. Mengampuni yang bersalah

Karya ini bisa jadi merupakan karya yang paling sering kita terima dari Tuhan, seperti yang pernah dikatakan oleh seorang romo pengakuanku: “Doa yang paling cepat dikabulkan Tuhan adalah ketika kita memohon ampun”. Tapi karya ini juga merupakan salah satu karya yang paling sulit untuk kita lakukan dalam keseharian kita. Kita sudah banyak diampuni oleh Tuhan, setidaknya kita juga berusaha untuk melakukan yang sama bagi orang di sekitar kita dengan memohon kekuatan dari-Nya.


6. Menanggung beban atau kesalahan dengan sabar

Apakah kita bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika waktu itu Tuhan tidak sabar dalam menanggung beban kayu salib? Mungkin saat ini kita tidak bisa hidup sebagai anak-anak Bapa. Jalan salib merupakan contoh nyata menanggung beban dan kesalahan orang lain dengan sabar. Tentu saja sangat menyakitkan dan berat bagi kita (bahkan bagi Tuhan juga), tapi kita tahu bahwa Tuhan kita mampu memberikan kekuatan untuk ini.


7. Berdoa bagi yang sudah meninggal dan masih hidup

Seluruh karya belas kasih, baik jasmani maupun rohani, pada akhirnya akan disatukan dengan doa-doa kita. Ini adalah saat di mana kita menyatukan seluruh usaha kita dengan Tuhan, melalui doa. Kita juga percaya bahwa doa punya kekuatan yang besar, yang pada akhirnya juga akan memampukan kita untuk setia dalam melakukan karya belas kasih dalam jenis apapun.


Kita semua sudah menerima banyak belas kasih dari Tuhan. Tentu saja sudah layak dan sepantasnya kita juga membagi belas kasih itu kepada orang lain di sekitar kita!

Each one of them is Jesus in disguise – St Teresa of Calcutta

Stay tuned untuk Inspire bulan September!




Penulis: Aufa - DC Jakarta (Caritas)

Editor: Ermelinda - DC Jakarta (Gioia)

5 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua