Marah Sama Tuhan. Boleh?

Diperbarui: Agt 5


Dewasa ini bermain medsos itu sudah satu paket dengan makan. Apalagi OMK. Maksudnya setiap hari kita makan. Dan setiap hari sebagian besar orang main medsos. Termasuk OMK. Bahkan kadang kelamaan main medsos ketimbang belajar. #upps. Makanya tidak heran, banyak pertanyaan-pertanyaan dari OMK juga yang mampir ke mimin ketjeh @krismapedia. Seperti ini ni: "Min, boleh kah kita jujur/marah sama Tuhan? Ini pertanyaan agak tricky yah. Iya kan? Dikira Tuhan itu seperti gebetan yang ditaksir, sehingga takut ditolak perasaannya, jika jujur.


Tapi Domus Cordis mengetahui kegalauan dan kegudahan hati OMK soal ini. Agar persoalan jujur-jujuran sama Tuhan ini tidak semakin berlarut, maka diadakan Kelas Krismapedia: It Gets Personal! pada hari Sabtu, 24 Juli 2021. Tak tanggung-tanggung, pembicaranya adalah Kak Friesca Vienna, atau dipanggil Kak Chicca. Yang sudah khatam dan maklum dengan dunia OMK. Nah biar tidak kaku acaranya kayak kanebo kering, dihadirkan pula games sebelum kelas. Dipandu oleh Kak Mike dan Kak Stivi. Seru deh!




Boleh kah kita marah sama Tuhan saat berdoa?

Jawabannya boleh. Lho kok bisa? Mari kita lihat kisah orang kudus, yang punya masalah kayak gini juga. Kita bisa copy paste cara hidup beliau ini. Ia adalah : St. Teresa Avila. Yang bukunya sangat terkenal itu. Puri Batin. – Ia berani mengomel dan ngedumel sama Tuhan.

Pertanyaannya : kok bisa yah, St. Teresa ini berani-beraninya ngedumel sama Tuhan. Begini para OMK yang ketjeh badai. Kita itu tidak mungkin memarahi seseorang jika kita gak bener-bener kenal dia. Iya kan? Nah tapi kalau orang marah dan baku hantam di jalanan, itu lain soal. Marah dalam hal ini, karena kita sudah kadung akrab dengan seseorang. Dan kenal dekat. Kata kuncinya adalah : relasi kita dengan Tuhan.

Intimacy is about knowing.

Pertanyaan lagi : lalu kenapa kita itu bisa marah-marah? Nge-gas terus lah. Kayak main game kalah aja, kita marah. Nah kalau urusan dengan Tuhan, ada alasannya. Biasanya karena : kita ingin memegang kendali, atau karena sudah kebiasaan, atau menolak bertanggung jawab. Alias kita ngeles kalau udah ketahuan salah. Dan dibalik alasan-alasan itu, biasanya tersembunyi banyak harta karun berupa sampah, dalam hati seperti: sedih, sakit hati, kesepian, lelah, takut, tidak dihormati, terhina, terancam, putus asa, rasa bersalah, penyesalan, cemburu, kesal, lapar, dan khawatir. Kalau itu sudah penuh, dipancing sedikit dengan masalah dari luar, yah auto nge-gas.


Lalu kalau sukanya marah-marah terus kepada Tuhan, apa yang harus kita lakukan? Kak Chicca bilang, "Yah sampaikan saja pada Tuhan. Terus terang." Kenapa? Karena kejujuran berupa emosi yang meluap-luap, itu lebih menyenangkan Tuhan. Dibandingkan dengan doa dengan kalimat-kalimat klise yang sudah bisa ditebak itu. Kejujuran merupakan salah satu pintu masuk untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.




Percayalah, semarah-marahnya kamu, masa kamu gak ingin berubah? Gak capek apa nge-gas mulu? Biar kamu tidak semakin nge-gas. Cobalah untuk sering mampir ke ruang pengakuan. Baca Alkitab. (Kurangi baca status orang di medsos). Juga Ekaristi. Atau kalau kamu sangat aktif banget di dunia per-medsos-an, ayo sesekali mampir ke IG: @krismapedia. Mimin yang manis menunggu kamu di sana. Atau kalau kamu ingin menambah pengetahuan soal iman katolik, yah biar gak kosong-kosong amat lah, join aja di kelas Krismapedia. Di setiap sabtu ke-empat tiap bulan. Ingat sabtu ke-empat. Jadwal ngapel bisa diundur kali.. He he. Oke. See you gaes.


Penulis: Agnes Natalia - DC Jakarta (Caritas)

Editor: Ali - DC Jakarta (Caritas)

55 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua