Menjadi Pendamping OMK yang Dekat di Hati OMK

Diperbarui: Jun 1

Bagaimana sih caranya supaya orang muda bisa terbuka sama pendampingnya?

Kira-kira inilah yang menjadi pertanyaan para pendamping OMK (Orang Muda Katolik) di seluruh Indonesia. Dalam seri kelas pendamping OMK kali ini, Agatha Lydia, yang adalah salah satu anggota dari Badan Penasihat Orang Muda Internasional untuk Tahta Suci Vatikan, berbagi pengalaman dalam mendampingi OMK, sekaligus mewakili suara OMK di Indonesia. Sebagai bagian dari badan penasihat tersebut, Agatha aktif memberikan saran dan tanggapan untuk kegiatan yang direncanakan Tahta Suci Vatikan yang berkaitan dengan orang muda.


Orang muda adalah protagonis dalam perubahan. OMK bukan hanya masa kini, tapi juga merupakan masa depan dari Gereja. Christus Vivit

Dalam Christus Vivit 203, Paus Fransiskus juga menyampaikan, sebagai reksa pastoran pelayanan, orang muda perlu dibimbing dan didampingi, namun dianjurkan agar mereka tetap bebas untuk menemukan jalan-jalan baru dengan kreativitas dan keberanian mereka, dan tidak terpaku pada panduan atau peraturan baku. Agar proses bimbingan dan pendampingan berjalan dengan lancar, maka diperlukan komunikasi yang baik antara pembimbing dengan OMK itu sendiri. Komunikasi yang baik akan terjalin jika ada suasana yang nyaman. Kenyamanan memungkinkan adanya keterbukaan sehingga para pendamping dapat mengetahui apa pergumulan yang dihadapi OMK, apa yang menjadi harapan OMK, sehingga bisa menentukan komposisi acara yang sesuai dengan pergumulan dan harapan OMK. Tentunya kebutuhan setiap OMK berbeda-beda karena banyaknya tipe dari OMK.

Sebagai pendamping OMK, dihimbau untuk memiliki mindset yang tepat sebagai pembimbing. Diperlukan pemikiran bahwa yang didampingi adalah anak Allah, katekis iman dan pelayan relasi.


Pada kesempatan ini, Domus cordis juga menawarkan Pengembangan Komunitas Basis yaitu program pendampingan bagi pendamping OMK, yang mana pendamping OMK tersebut akan terjun langsung mendampingi OMK di paroki atau institusi mereka. Program ini mempunyai jangka waktu 3 tahun. Pada prosesnya, pendamping akan diberikan materi pendampingan, konsultasi pendampingan juga evaluasi secara berkala.


Bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin tahu lebih banyak mengenai Program Pengembangan Komunitas Basis, silakan mengirimkan email ke info@domuscordis.com atau kontak ke wa.me/6281219977328


Penulis: Mike - DC Jakarta (Caritas)

Editor: Erme - DC Jakarta (Gioia)

53 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua