Nowhere But Up!


Bulan Juni sudah tiba. Artinya, kita sudah hampir setengah jalan di tahun 2022 ini. Tahun ini, kita diajak untuk berformasi dengan tema “Planted” bersama Domus Cordis. Sejak awal, kita sudah diberitahu bahwa proses ditanam dan bertumbuh itu banyak tantangannya. Apakah di tengah tahun ini kita masih mau berjuang untuk tumbuh? Atau sudah mulai merasa lelah dengan proses ini?


Dalam Inspire bulan ini, yang masih dilakukan secara daring dan disiarkan melalui Youtube @letsinspire.co, Lia Brasali Arifano hadir untuk mengajak kita merefleksikan kembali perjalanan “ditanam” kita. Mungkin ada di antara kita yang sudah mulai kehabisan tenaga untuk bertumbuh. Kita juga mungkin sudah mulai mempertanyakan sebenarnya untuk apa kita harus bertumbuh. Akan tetapi, ketika kita memutuskan untuk berhenti bertumbuh, sebenarnya ada hal-hal buruk yang akan terjadi.


Hal buruk yang mungkin terjadi ketika menyerah berproses adalah kita tidak bisa melangkah maju, mungkin merasa hidup ini berat dan tidak ada harapan, padahal sebenarnya kita bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi. Kita menjadi tidak bisa menikmati hidup , dan , yang lebih parah lagi, kita “membunuh” karakter Allah yang ada di dalam diri kita. Allah punya rencana besar dalam diri anak-anak-Nya, yaitu untuk kebahagiaan mereka yang didapatkan melalui melaksanakan misi-Nya dalam hidup mereka . Ketika kita memutuskan untuk berhenti berjuang, maka kita berusaha untuk menggagalkan rencana Allah itu.


Sebagai contoh, Lia membagikan cerita hidupnya, di mana ia pernah merasa sangat marah kepada Tuhan, hingga bermaksud untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Akan tetapi, Tuhan menolongnya dengan cara yang tidak terduga, namun sesuai dengan dirinya sendiri. Lia mengajak kita untuk memahami bahwa terkadang Tuhan membiarkan kita terjatuh supaya kita menyadari bahwa Tuhan akan selalu menopang kita. Hal ini juga bisa kita lihat dalam Yakobus 1:12, di mana dikatakan bahwa; “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia”. Lia juga mengajak kita untuk mengingat bahwa kita semua punya mahkota kehidupan yang bisa kita dapatkan jika kita hidup dengan setia.


Biji yang sudah ditanam tidak punya pilihan selain tumbuh ke atas. Kita yang pernah gagal untuk menanam tumbuhan pasti pernah membuang benih tanaman yang tidak tumbuh. Dalam Kitab Suci, dikatakan juga bahwa pohon yang tidak menghasilkan buah akan ditebang. Tapi, apa yang bisa kita lakukan kalau rasanya benar-benar tidak sanggup lagi?


Untuk mengatasinya, Lia memberikan tiga cara yang bisa kita lakukan untuk terus tumbuh. Pertama, kita perlu mengisi diri kita dengan firman Tuhan. Kita perlu mengenal Tuhan dan rencana-Nya untuk kita, sehingga kita menemukan makna dan tujuan untuk dicapai. Kedua, kita perlu bergumul dengan Tuhan. Kita berjuang untuk hidup dalam janji-Nya dan menantang diri kita sendiri untuk punya rebellious hope di dalam Tuhan. Dan yang ketiga adalah dengan memberikan diri kita sendiri dulu kepada orang lain dan berusaha sebaik-baiknya untuk dapat memberikan buah.


There’s nowhere to go but up. Bangkitkan semangat kita, kuatkan tekat untuk selalu bertumbuh dan berbuah…, dan semoga kita semua bisa setia dalam proses pertumbuhan kita. Sampai jumpa di Inspire Juli!



Penulis: Aufa (DC Jakarta - Caritas)

Editor: Ermelinda (DC Jakarta - Gioia)



9 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua