Perjalanan Misi Doa

Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 1 Timotius 2:1-2

Semua orang tentu mempunyai harapan bahwa negeri tempat di mana ia lahir dan tinggal dapat menjadi negeri yang makmur dan penuh damai sejahtera. Termasuk saya. Harapan tersebut bukanlah harapan yang muluk. Namun harapan itu perlu terus diwujudkan dengan kerja sama dan dukungan dari semua pihak. Banyak hal perlu diupayakan seperti dari sisi ekonomi, sisi kebudayaan, sisi pendidikan, sisi pemerintahan yang bijaksana, dan masih banyak lagi. Semua saling berkesinambungan satu sama lain.


Selain kita melakukan berbagai usaha di berbagai bidang tersebut, ada satu usaha lagi yang perlu dan bisa dilakukan. Kita semua bisa datang pada Tuhan dan memohonkan belas kasih, perlindungan, berkat serta rahmat melalui doa yang tidak kunjung putus. Kita tentunya tahu bahwa apa yang kita lakukan saat ini akan berdampak di masa mendatang. Apabila kita memimpikan masa depan yang semakin cerah, maka pendampingan terhadap orang muda perlu menjadi perhatian khusus. Karena di tangan merekalah kelanjutan dari negeri ini.


Domus Cordis bermimpi untuk memenuhi negeri ini dengan orang-orang muda Katolik yang sungguh menghidupi iman akan Kristus. Orang muda yang berani mengambil keputusan berdasar pada kebenaran. Orang muda yang bertindak dengan kasih, seperti Kristus.


Tim Doa DC bertemu Romo Hary (Romo Pendamping Karya Program Pengembangan Komunitas Basis DC)

Dengan mimpi tersebut, Flamma Cordis (tim doa Domus Cordis) untuk pertama kalinya menjalankan program Prayer On the Road dari Jakarta – Cirebon - Semarang – Solo – Yogyakarta. Perjalanan ini adalah perjalanan doa syafaat, yang dilaksanakan dari hari Jumat, 20 Mei 2022 s.d. Minggu, 22 Mei 2022. Ada 6 orang tim doa yang berangkat untuk berdoa syafaat bagi setiap daerah yang dilalui. Tim berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, memohonkan berkat dan rahmat bagi setiap area yang dilewati, sekaligus melatih kepekaan tim akan gerak Roh Kudus. Beberapa tempat yang kami kunjungi secara khusus antara lain Taman Doa Regina Rosari Cirebon, Goa Maria Kerep Ambarawa, Goa Maria Mojosongo Solo, Taman Doa Alpha Omega Solo, Gereja Ganjuran Bantul Yogyakarta, dan Goa Maria Sendangsono. Di setiap akhir hari, kami berkumpul untuk sharing mengenai apa yang dirasakan atau didapat saat berdoa. Sebagai satu tim doa, kami bisa melihat dan merasakan bagaimana tuntunan Roh Kudus saat berdoa bersama. Setiap doa saling melengkapi satu sama lain dan menjadi peneguhan bagi tim.


Pelaksanaan program Prayer On the Road ini juga bertepatan dengan kegiatan Rose for Hope, sehingga tim juga turut mampir dan membantu sebentar pembuatan rangkaian bunga untuk Bunda Maria di Solo. Selain itu, pada hari Minggu, tim doa dan tim Rose for Hope berkumpul di Goa Maria Sendangsono untuk berdoa Rosario bersama secara live di IG Domus Cordis dan IG Letsinspire.co.


Perjalanan doa ini adalah pengalaman baru. Biasanya kami berdoa sendiri atau di tempat masing-masing. Namun kali ini, kami berdoa bersama secara langsung di area yang kami lewati. Kami percaya bahwa doa perlu ditaburkan sebanyak-banyaknya sehingga setiap area dan setiap hati masyarakat khususnya orang muda Katolik di area tersebut boleh semakin gembur sehingga mudah menerima terang Kristus yang hidup.


Bunda Maria, doakanlah kami selalu dalam mewujudkan mimpi yang Tuhan percayakan kepada kami.


Penulis: Maria Anastasia (Salve Regina)














7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua