Sehari Outbound Bersama Teen Cordisian Semarang
- Domus Cordis
- 2 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Hangat sinar mentari pagi itu seolah ikut mengiringi perjalanan kami menuju Desa Wisata Pulesari. Desa Wisata Pulesari adalah salah satu destinasi wisata berbasis masyarakat yang terletak di Dusun Pulesari, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang berlokasi strategis di lereng barat Gunung Merapi, sekitar 21 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Perjalanan menuju ke desa ini diramaikan dengan semarak antusias dan canda tawa para Teen Cordisian (anggota remaja komunitas Domus Cordis). Raut wajah penuh semangat terlihat jelas, membuat suasana pagi itu terasa hidup dan menyenangkan. Di tengah udara yang masih sejuk, kami datang dengan rasa penasaran mengenai kegiatan outbound yang akan dijalani bersama.

Sesampainya di lokasi, kami langsung dibagi menjadi beberapa kelompok dan diajak memainkan permainan konsentrasi sederhana bersama instruktur. Permainannya terlihat mudah, tetapi ternyata cukup mengecoh. Salah satu contoh aturannya adalah kami hanya boleh mengikuti arahan jika instruktur mengawalinya dengan kalimat ākata saya.ā Jika tidak ada kalimat tersebut, maka kami tidak boleh bergerak. Peserta yang salah akan ditempeli stiker oleh teman-teman lain. Dari permainan kecil itu, suasana terasa lebih meriah, pecah oleh tawa dan candaan. Ada yang wajahnya dipenuhi stiker hingga terlihat seperti memakai topeng. Permainan sederhana tersebut justru membuat suasana terasa lebih dekat, hangat, dan penuh kebersamaan.

Suasana semakin seru ketika permainan estafet busa berisi air dimulai. Air dipindahkan dari depan ke belakang melewati atas kepala hingga pakaian kami ikut basah. Peserta paling belakang bertugas memeras busa ke dalam galon kecil, lalu setiap kelompok berlomba mengumpulkan air paling banyak. Walaupun terlihat sederhana, permainan ini membutuhkan kekompakan dan komunikasi yang baik.
Suasana kemudian berubah lebih tenang ketika kami diajak menuju kebun salak yang asri. Di sana kami dapat mencicipi salak langsung dari kebunnya sambil mendengarkan penjelasan tentang buah tersebut. Suasana alam yang sejuk dan asri membuat kegiatan terasa semakin menyenangkan.

Tidak lama kemudian, kami kembali dibuat heboh saat bermain menangkap ikan di kolam. Teriakan dan tawa geli terus terdengar setiap kali ikan menyentuh kaki kami di dalam air. Namun, ikan-ikan itu bergerak sangat cepat sehingga banyak peserta gagal menangkapnya.

Dari seluruh kegiatan hari itu, permainan rintangan di atas aliran sungai menjadi bagian yang paling membekas bagi saya. Kami harus melewati ban gantung, jembatan tali, dan berbagai pijakan sempit di atas air. Setiap langkah terasa menegangkan karena dibutuhkan keberanian, fokus, dan rasa percaya diri untuk melewati setiap tantangan. Beberapa peserta sempat berhenti karena ragu, tetapi suara dukungan dari teman-teman perlahan mengembalikan keberanian mereka. Pengalaman ini terasa jauh berbeda dari outbound tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya berisi permainan kecil biasa.

Di balik seluruh keseruan yang kami rasakan hari itu, saya juga menyadari bahwa Desa Wisata Pulesari membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Saya melihat beberapa ibu-ibu yang sudah cukup berumur ikut membantu menjadi pemandu kegiatan. Dari situ saya sadar bahwa tempat wisata seperti ini bukan hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan dan membantu perekonomian warga sekitar.
Outbound kali ini bukan sekadar tentang permainan dan tawa, tetapi juga tentang kebersamaan, keberanian, dan kenangan hangat yang akan selalu diingat.
Penulis: Gracea Maresta - TC Semarang
Editor: Maria Anastasia - DC Jakarta




Komentar