Tiga Hari Bersama Charis Indonesia: Berani Bermimpi
- Domus Cordis
- 1 hari yang lalu
- 3 menit membaca
Diperbarui: 4 jam yang lalu

Perjalanan sepuluh jam menggunakan bus dari Muntilan ke Jakarta tidak hanya memindahkan ragaku, tetapi juga mengubah cara pandangku tentang masa depan. Bersama teman-teman Teen Cordisian (TC) Domus Cordis (DC) Semarang, aku berkesempatan mengikuti kegiatan Journey With Charis Indonesia: Dare to Dream with God pada tanggal 16 hingga 18 Juni 2026.

Setibanya di Wisma Samadi, Jakarta, sambutan hangat dari kakak-kakak berbagai komunitas langsung mengobati rasa lelah kami. Setelah merapikan diri di kamar dan mengikuti misa pembukaan, kami pun diajak bermain games lalu diteruskan dengan praise and worship. Setelah itu, Kak Ellena mulai membawa kami masuk ke sesi bertema "Berani Bermimpi". Di sini, kami diingatkan untuk jangan takut bermimpi karena Tuhan tidak menciptakan kita tanpa tujuan. Kisah perjalanan hidup Yusuf yang sedang dibentuk oleh Tuhan melalui banyak cobaan, namun Yusuf tetap setia menjalaninya menjadi inspirasi bagi kami untuk menutup hari pertama itu.

Hari kedua diisi dengan perjalanan yang seru. Tempat yang kami kunjungi pertama adalah Museum Alkitab Indonesia. Di sana, kami melihat replika Bait Allah, kapal Nabi Nuh, hingga tanaman dan benda yang diceritakan di Alkitab. Hal yang paling menarik perhatianku adalah koleksi Alkitab yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia, karena yang sering aku temui yaitu Alkitab dengan bahasa Indonesia, Inggris, dan Jawa.

Perjalanan berlanjut ke Gereja Katedral Jakarta. Kami mengunjungi Museum Katedral untuk melihat benda-benda peninggalan kunjungan Paus ke Indonesia. Momen yang paling berkesan adalah saat kami berdinamika dan berbincang langsung dengan Bapak Kardinal Ignatius Suharyo. Setelah selesai, kami diajak masuk ke dalam Gereja Katedral. Ini adalah pengalaman keduaku untuk bertemu Bapak Kardinal dan masuk ke Gereja Katedral.

Perjalanan kami lanjutkan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di sini, kami mengunjungi Science Center (Museum Sains) dan melihat serta mencoba banyak alat peraga yang biasanya ada di pembelajaran fisika. Aku juga masuk ke rumah simulasi gempa, serta melihat demonstrasi roket air dan tesla coil. Tidak hanya itu saja, aku juga melihat pertunjukan burung dan masuk ke Aviary untuk melihat burung-burung dari berbagai daerah secara dekat.
Setelah selesai, kami pulang ke Wisma Samadi untuk mandi dan makan malam. Kegiatan dilanjutkan dengan sharing kegiatan, lalu kami Teen Cordisian didoakan satu per satu oleh kakak-kakak pendamping. Kami juga menyaksikan pentas seni Warog dari SMP Sawangan. Kegiatan hari kedua ini ditutup dengan bernyanyi bersama dan doa malam.

Tibalah hari terakhir kegiatan di Jakarta, pagi yang cerah itu diawali dengan aku yang bangun kesiangan. Sudah disepakati bahwa pukul 07.30 WIB kami harus berkumpul di depan aula dan sudah packing. Sementara itu, aku baru bangun pukul 06.45 WIB dan belum packing karena semalam asyik mengobrol dengan teman-temanku sampai larut malam, serta capek karena berjalan cukup jauh. Untungnya aku tidak terlambat untuk berkumpul di depan aula. Setelah itu, kami sarapan dan mengikuti misa penutupan, lalu berpamitan dengan kakak-kakak pendamping yang telah menemani kami sebelum akhirnya kami kembali ke Muntilan.
Perjalanan ini salah satu pengalaman yang sangat menarik bagiku. Bukan hanya sekadar jalan-jalan tapi juga memberikan pengetahuan dan cara pandang baru mengenai masa depan. Aku juga benar-benar merasakan kasih yang luar biasa dari kakak-kakak Charis Indonesia, Domus Cordis, dan beberapa komunitas yang membantuku dan teman-teman Teen Cordisian lain untuk sampai ke Jakarta dengan pengalaman yang luar biasa.
Terima kasih untuk kemurahan hati dari komunitas-komunitas yang tergabung dalam Charis Indonesia, antara lain Badan Pelayanan Nasional Pembaruan Karismatik Katolik (BPN PKK) Indonesia, Light Of Jesus Family (LOJF), Catholic Family Ministry (CFM), Komunitas Emmanuel, Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM) serta Domus Cordis (DC). Secara khusus, terima kasih juga bagi Lembaga Alkitab Indonesia yang berkenan berdonasi buku-buku Alkitab sebagai hadiah kuis serta kakak-kakak yang berkenan berbagi kasih sehingga adik-adik bisa menikmati Pizza dan susu di malam kedua.

Penulis: Petra Tania - TC Semarang
Editor: Tasia - DC Jakarta
Dokumentasi: Ignatia, Felix, Elbert, dkk














































































Komentar